Sudah Saatnya Lakukan Cek Kesehatan Keuangan

Sudah Saatnya Lakukan Cek Kesehatan Keuangan
Sudah Saatnya Lakukan Cek Kesehatan Keuangan

Akhir tahun merupakan saat tepat untuk melakukan evaluasi dan menyusun tujuan keuangan. Sudah melakukannya? Bila belum karena bingung parameter apa saja yang perlu dinilai, Perencana Keuangan Joseph Hogue memberi poin yang perlu kamu cek seperti dilansir peerfinance101.

Dana Darurat

Sudah mulai menyusun dana darurat? Bila belum, segera isi dana darurat ini senilai 3-6 bulan pengeluaran rutin. Bila tahun ini kamu mendapat kenaikan gaji, maka sesuaikan juga jumlah dana darurat itu.

Bila kamu menikah atau punya anak, sesuaikan lagi jumlahnya. Untuk media penyimpanannya, kamu bisa memilih deposito, obligasi atau reksa dana pasar uang.

Alokasi Investasi dan Aset

Cek kembali portofolio investasi selama 2017 ini untuk mengetahui apakah imbal hasilnya menarik. Bila imbal hasilnya kurang menarik, akhir tahun adalah saat yang tepat menyusun ulang portofolio investasi dengan mempertimbangkan instrumen saham, obligasi atau properti.

Lakukan evaluasi pula terkait asuransi kesehatan dan jiwa untuk mengetahui apakah premi dan dana pertanggungannya sesuai kebutuhan? Bila tidak, kamu bisa menambahnya.

Pajak

Bila kamu tidak tahu, beban pajak bisa kamu kurangi dengan cara yang sah. Untuk melakukannya, bisa menyusun strategi sendiri atau meminta bantuan konsultan keuangan.

Tabungan Pensiun

Di Time, Pakar Keuangan Zach Winter menyebutkan, salah satu kesalahan terbesar pengelolaan keuangan generasi muda adalah melupakan dana pensiun karena menganggap dirinya masih sangat produktif sehingga punya banyak waktu untuk menabung sebelum pensiun.

Padahal, menurut Winter, mempersiapkan dana pensiun sejak usia 25-28 tahun adalah waktu terbaik. Ketika pensiun di usia 60 tahun, dana kelolaan sudah berkembang lebih maksimal dibanding memulainya pada usia 35 tahun. Kamu juga bisa konsultasi dengan perencana keuangan untuk hal ini.

Rencanakan Pendapatan dan Pengeluaran

Agar sesuai tujuan, Joseph merekomendasikan untuk merencanakan sumber pendapatan selain gaji. Misalnya, penghasilan dari bisnis atau pekerjaan sampingan atau bonus yang mungkin diterima. Selain itu, rencanakan pula pengeluaran besar di tahun depan.

Bila memungkinkan, tentukan pula kapan tepatnya pengeluaran besar tersebut dikeluarkan. Demikian, kamu akan lebih siap merencanakan dan mengantisipasi setiap kemungkinan.