Sudah Tahu Beda Prinsip KPR Konvensional dan Syariah?

KPR Syariah
KPR Syariah

Untuk kamu yang sudah punya rencana untuk membeli rumah, sudah tahu akan menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) konvensional atau syariah? Bila belum tahu karena bingung perbedaannya, cari tahu di sini.

Mengutip laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada beberapa perbedaan nyata.

Pengertian

KPR syariah mengadaptasi prinsip syariah yang bebas riba. Perbedaan paling signifikan dengan KPR/KPA konvensional terletak pada proses transaksi. Pada KPR/KPA konvensional melibatkan transaksi uang, sedangkan KPR syariah melibatkan barang.

Selain itu, pada KPR syariah terdapat beberapa akad. Akad Jual Beli (Murabahah) terkait perjanjian jual-beli antara bank dan nasabah. Bank syariah akan membeli barang yang dibutuhkan nasabah kemudian menjualnya pada nasabah ditambah marjin (keuntungan) yang sudah disepakati.

Dalam transaksi menggunakan akad ini, bank syariah akan melakukan pembelian rumah atau apartemen yang diinginkan nasabah (bank bertindak sebagai pemilik rumah) dan selanjutnya menjual rumah atau apartemen tersebut pada nasabah dengan dicicil.

Bank tidak mengenakan bunga pada nasabah atas pembayaran cicilan yang dilakukan namun mengambil keuntungan dari penjualan rumah yang ditetapkan sejak awal. Besar dan lama cicilan tergantung kesepakatan dan sifatnya tetap atau tidak berubah.

Akad Musyarakah Mutanaqisah (Kerjasama–Sewa) adalah akad antara dua pihak atau lebih yang berserikat atau berkongsi pada suatu barang dimana satu pihak membeli bagian pihak lainnya secara bertahap.

Di skema ini, bank dan nasabah bersama-sama melakukan pembelian rumah atau apartemen dengan porsi kepemilikan yang sudah disepakati (misalnya, bank 80% dan nasabah 20%).

Selanjutnya, nasabah akan membeli rumah atau apartemen tersebut dari pihak bank dengan cara mengangsur atau mencicil menurut modal kepemilikan rumah atau apartemen yang dimiliki oleh bank.

Pada akhirnya semua aset kepemilikan bank sudah berpindah tangan pada nasabah. Besar cicilan yang dibayar nasabah dengan skema ini ditentukan berdasarkan kesepakatan bank dan nasabah.