Tampung Dana Repatriasi Aset, Pemerintah Rilis SBN untuk Tax Amnesty

Tampung Dana Repatriasi Aset, Pemerintah Rilis SBN untuk Tax Amnesty
Tampung Dana Repatriasi Aset, Pemerintah Rilis SBN untuk Tax Amnesty

Dalam waktu dekat, pemerintah akan merilis Surat Berharga Negara (SBN) dengan seri khusus. Instrumen investasi ini merupakan cara pemerintah untuk menampung dana repatriasi aset dari kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty).

"Saya memikirkan seri khusus surat berharga untuk itu (pengampunan pajak)," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu) Robert Pakpahan baru-baru ini.

Menurut Robert, bisa jadi SBN ini punya tenor tiga tahun. Namun, kepastian masih menunggu pengesahan Undang-Undang yang mengatur SBN tersebut, apakah dana harus ditahan dalam periode tertentu.

Bila hal tersebut yang terjadi, maka Kemenkeu akan menerbitkan SBN yang tidak dapat diperdagangkan (non tradeable). Selain itu, untuk tingkat kupon, SBN ini nantinya akan menyesuaikan imbal hasil (yield) di pasar.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sebelum bilang, dana repatriasi aset bisa ditampung di sejumlah instrumen investasi seperti deposito.

Namun, selain deposito, dana ini juga bisa ditampung dalam SBN, saham yang tak bisa diperdagangkan, dana investasi real estat (DIRE), reksadana penempatan terbatas, dan surat berharga BUMN.