Tanggal Muda tapi Gaji Tinggal Kenangan, Ini Solusinya

Ilustrasi
Ilustrasi

Tanggal muda tapi gaji tinggal kenangan? Duh, amit-amit deh. Jangan sampai hidup pedih sampai kaya gitu terus-terusan.

Soalnya berjuang sejak tanggal 5 alias tanggal muda itu enggak enak banget. Hati enggak keruan, mood berantakan, fokus dan kerjaan juga bisa-bisa terganggu.

Maka dari itu, kalau kamu pernah atau sedang mengalami hal ini, cepat-cepat deh berubah. Atur kembali keuanganmu. Lihat, cek, dan evaluasi mana yang salah.

Biasanya, penyebab gaji langsung ludes di awal bulan karena untuk bayar utang. Sayangnya banyak orang yang berutang gara-gara uangnya dipakai untuk memenuhi gaya hidup.

Buruknya perencanaan keuangan akhirnya membuat gajinya tergerus tanpa disadari. Sudah begitu, pengeluarannya juga tidak dikontrol. Inilah yang makin membuat saldo rekeningmu seperti ogah-ogahan bertahan lama.

Ingat, sekarang masih dalam kondisi pandemi. Seperti kata Perencana Keuangan Farah Dini Novita yang merupakan CoFounder dan Vice CEO dari Jouska Indonesia, kita perlu memiliki anggaran keuangan yang baik.

Dalam konferensi pers "Bijak Finansial dengan #BelanjaDariRumah, ia mengingatkan akan pentingnya mengatur pengeluaran. "Masyarakat perlu lebih bijak dalam mengatur pengeluaran yang dilakukan, termasuk dalam membeli kebutuhan seperlunya dan tidak melakukan panic buying,” ungkapnya.

Pentingnya Mencatat Pengeluaran

Ya, setiap orang, katanya, perlu mengatur pola pengeluaran. Sebab total penghasilan dikurangi total pengeluaran merupakan sejumlah dana yang bisa menjadi tabungan maupun investasi.

Dengan adanya investasi dan tabungan, seseorang bisa menambah total kekayaan bersihnya. Jadi urutannya begitu, Guys. Atur pengeluaran dulu, temukan selisihnya dengan penghasilan, lalu investasikan.

Pengeluaran sendiri dibagi menjadi empat pos, yakni primer, kewajiban, sekunder, dan tabungan. Jadi bedakan ya antara investasi dengan tabungan. Keduanya wajib nih untuk menjamin masa depan.

Membagi pengeluaran bisa sejalan dengan membatasi pengeluaran. Buatlah bujet harian, mingguan, atau bulanan untuk memudahkan pembatasannya.

Hal ini terkesan simpel untuk dilakukan, tapi pada kenyataannya enggak banyak yang sungguh-sungguh membuat bujet untuk mengatur keuangannya secara lebih baik.

Maka dari itu, komitmenlah dengan perencanaanmu. Berhematlah dengan makananmu. Bedakan mana yang penting dan mana yang sekadar jajan. Hindari belanja berlebihan.

Ini dia yang penting. Belanja kadang jadi bumerang tersendiri bagi kita. Di satu sisi ada promo yang sepertinya sayang untuk dilewatkan. Tapi di sisi lain, promo bisa jadi biang kerok pengeluaran berlebih apabila barang yang kita beli sebenarnya tidak perlu-perlu amat.

Maka dari itu, kamu butuh fitur yang bisa membuatmu disiplin membatasi pengeluaran. Salah satunya dengan memanfaatkan Kartu Debit BCA Mastercard.

Kenapa? Karena kamu bisa mengatur limit pemakaian pada Debit BCA Mastercard. Jadi bisa lebih hemat deh.

Caranya gampang kok. Tinggal aktivasi saja Kartu Debit BCA Mastercard kamu di BCA mobile.

Pertama, update dulu BCA mobile kamu di App Store atau Google Play. Lalu lanjut login m-BCA.

Tap "Akun Saya", menu “Atur Limit Transaksi”. Kemudian tentukan limit sesuai kebutuhan kamu. Asyik, kan?

Sekarang, kamu bisa membatasi plafon transaksi biar enggak kebablasan belanja. Ini baru fitur kece yang care banget sama kondisi keuangan.

Untuk tutorial lengkapnya klik di sini ya.

Yuk manfaatkan Kartu Debit BCA Mastercard. Bye-bye boros.