Teman Ingin Meminjam Uang? Ini Cara Menolaknya

Teman Ingin Meminjam Uang? Ini Cara Menolaknya
Teman Ingin Meminjam Uang? Ini Cara Menolaknya

Dalam kehidupan pertemanan, meminjam uang bukanlah hal yang asing. Namun, ketika kondisi keuangan sedang tidak sehat, tentu kamu harus berpikir ulang sebelum meminjamkan uang. Bila kamu memilih untuk menolak memberikan pinjaman, ada aturan yang bisa memudahkanmu.

Perencana keuangan AAM&Partners Annisa Sagita punya kiatnya seperti dilansir Detik.

Tolak dengan Tegas

Ada orang yang bisa tegas menolak permintaan pinjaman, ada pula yang tidak. Bila kamu terus memberikan pinjaman, peminjam akan terus datang untuk meminjam uang. Jadi, inilah saatnya kamu belajar untuk tegas ketika memang sedang tak ingin meminjamkan uang.

Koordinasi dengan Pasangan

Jika sudah menikah, kamu bisa menggunakan pasangan sebagai alasan. Kamu bisa mengatakan bahwa suami atau istri yang mengatur seluruh keuangan sehingga sulit mencairkan dana untuk dipinjamkan.

Minta Waktu untuk Berpikir

Katakan pada teman bahwa kamu butuh waktu untuk berpikir. Hal ini akan mengurangi tekanan untuk mengambil keputusan dalam waktu singkat dan memberi kesempatan untuk benar-benar memikirkan risiko meminjamkan uang pada teman.

Tolak Tanpa Menjelaskan Alasan

Uangmu adalah hak dan privasimu. Kamu punya hak untuk tidak menceritakan kondisi keuanganmu pada orang lain. Kamu bisa menolak dengan mengatakan, "Mohon maaf, saat ini saya tidak dalam posisi bisa meminjamkan uang." Jika ditanya alasannya, cukup jawab dengan, "Ada alasan pribadi".

Bila sudah terlanjur meminjamkan uang pada teman, ada beberapa pilihan yang bisa kamu lakukan. Semua pilihan ada di tanganmu. Jika tidak keberatan menjadi sumber pinjaman dan tetap ingin menabung, kamu bisa menentukan batas maksimal peminjaman.

Buat satu tabungan atau rekening khusus pinjaman, batas pengisiannya, misalnya, satu kali gaji bulanan. Jika ada yang ingin meminjam, ambil dari rekening tersebut. Saat tabungan habis, berarti tak ada lagi anggaran untuk dipinjamkan ke orang lain.

Jadi, harus menunggu sampai orang lain membayar atau mencicil utangnya padamu. "Bagaimanapun, sulit untuk menganggap piutang sebagai tabungan. Bagaimana jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan kamu butuh uang tersebut sesegera mungkin? Tabungan pribadi untuk dana darurat tetap dibutuhkan. Pisahkan uang pribadi dan uang untuk dipinjamkan," pungkas Annisa.