Tiga Pengeluaran yang Membuat Milenial Sering Kehabisan Uang

milenial lifes
milenial lifes

Generasi milenial dianggap berbeda dengan generasi sebelumnya, seperti generasi X atau baby boomers. Menurut sejumlah penelitian, mereka tidak berorientasi pada kepemilikan barang atau benda tetapi lebih ke pengalaman.

Mengunjungi berbagai tempat baru atau menghabiskan waktu mencicipi berbagai restoran unik menjadi kebiasaan mereka. Dalam hal keuangan, mereka kerap kali lebih besar pasak dari tiang. Akibatnya, mereka bangkrut.

Sering mendengar cerita teman-temanmu yang mengalami kesulitan keuangan karena gaya hidup? Jangan sampai kamu juga mengalaminya. Chairman O'Shares ETF Kevin O'Leary menyebut tiga kebiasaan milenial yang secara tidak sadar membuatmu bangkrut.

Membeli kopi senilai US$4 atau sekitar Rp46 ribu

Menurutnya, tidak ada alasan untuk membeli segelas kopi dengan harga mahal. Segelas kopi Starbucks misalnya, seharusnya dihargai tidak lebih dari US$2,75. Namun, di New York, rata-rata mereka menjualnya dengan harga di atas US$3,25 atau bahkan lebih dari US$5 bila ditambah susu. Jadi, tidak ada alasan untuk membeli kopi mahal apalagi bila kamu masih memiliki tagihan utang, katanya.

Sepatu

"Sepatu juga menghabiskan uangmu. Kamu tidak akan membutuhkan lebih dari empat pasang sepatu. Kamu hanya perlu flip flops, sepatu yang membuatmu lincah bergerak serta dua pasang sepatu formal," kataya.

Perempuan adalah orang yang paling sering membeli sepatu. DSW, sebuah toko ritel sepatu di US misalnya, melakukan survei. Sebanyak setidaknya 75% perempuan US memiliki lebih dari 20 pasang sepatu. Laki-laki memiliki 12 pasang sepatu. Rata-ratanya, mereka membeli 7,8 pasang sepatu per tahun. Psychology Today juga menyebut bahwa pada dasarnya setiap orag hanya memakai tiga sampai empat sepatunya.

Celana Jins

"Jika kamu memiliki lebih dari tiga celana jins; putih, hitam dan biru, kamu adalah orang bodoh. Karena kamu punya terlalu banyak sesuatu yang sebenarnya tidak kamu butuhkan," tambah dia.

Harga sebuah celana jins, katanya, sekitar US$60 (sekitar Rp840 ribu). Rata-rata orang US menghabiskan US$14 miliar setahun untuk belanja celana jeans menurut survei howstuffworks.com. Perempuan biasanya menghabiskan uang 10% lebih banyak dibandingkan laki-laki untuk membeli celana jins. Perempuan juga belanja baju 16% lebih besar dibandingkan laki-laki pada usia yang sama.

Bagaimana seharusnya? Investasi lebih banyak karena pasar keuangan setidaknya bisa menghasilkan 7% setahun. "Setiap kali ingin membeli sesuatu, ingat nasehatku," pungkasnya.