Trik Saat Dana Hampir Habis tapi Enggak Mau Utang

Ilustrasi
Ilustrasi

Pernahkah kamu berada dalam situasi yang benar-benar membuatmu putus asa sama kondisi dompet? Padahal kamu sudah berusaha dan melakukan banyak cara agar bisa hemat. Tapi kenyataannya dompet dan rekening tetap saja megap-megap.

Situasi “enggak tahu lagi mau ngapain” ini akhirnya jadi musuh bebuyutannya banyak orang—terutama untuk mereka yang gajinya selalu habis tanpa sisa. Mereka akan berpikir keras bagaimana caranya mendapatkan uang.

Nah, beberapa orang mungkin akan menaruh berutang dalam daftar pertimbangannya. Kemudian dia akan mulai memilih mana yang memberikan bunga paling ringan.

Tapi karena di artikel ini kita sudah komitmen untuk membuang jauh-jauh opsional utang, maka kita harus cari akses lain untuk dapat uang.

Namun sekali lagi, artikel ini tidak menegaskan bahw berutang itu salah ya. Selama kamu yakin bisa melunasinya, maka berutang baik-baik saja. Apalagi kalau kamu berutang produktif yang akhirnya bisa menghasilkan keuntungan.

Hanya saja ada kalanya orang berutang tanpa strategi. Ujung-ujungnya, bukannya menambal sisi yang bocor, keuanganmu malah terkena banjir bandang akibat jebolnya tanggul rekening.

So, untuk kamu yang komitmen enggak mau berutang tapi uang sudah tiris, simak tips berikut yuk.

1. Hitung sumber keuangan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menghitung semua aset dan keuanganmu. Lihat lagi, adakah yang bisa dipertimbangkan untuk dijual. Riset berapa harga jualnya.

Jika tak ada barang yang siap jual, cek lagi adakah simpanan darurat yang bisa digunakan. Tak perlu sungkan menggunakannya karena untuk itulah fungsi simpanan.

Selanjutnya, buka relasimu. Tanyakan adakah pekerjaan yang bisa kamu lakukan. Ingat, yang terpenting sekarang adalah menemukan cara bagaimana mendapatkan penghasilan tambahan.

2. Cari informasi soal keringanan tagihan

Punya cicilan tapi lagi enggak bisa bayar? Situasi seperti ini dialami banyak orang. Beberapa dari mereka akhirnya terpaksa pakai dana darurat untuk membayarnya. Sebab cicilan jika tidak dibayar hanya akan membuat keuangan berantakan di masa depan.

Situasi ini memang sulit dihindari. Namun sebelum melakukannya, cobalah untuk melakukan negosiasi dan meminta keringanan dalam membayar cicilan hingga jangka waktu yang ditentukan.

Seenggaknya kamu mungkin bisa membayar sebagian dulu atau dapat tawaran terbaik lainnya yang bisa menekan penggunaan dana darurat. Soalnya dana darurat itu kalau bisa ya hanya untuk keadaan darurat saja. Jangan gali lubang tutup lubang ya.

3. Membuat skala prioritas

Hal ini seharusnya sudah dilakukan sejak awal sebelum uang mendekati habis. Sebab jika terlambat, akan jadi lebih sulit untuk mencegah keuangan semakin kritis.

Untuk kamu yang belum terlambat, buat skala prioritas dengan menanyakan mana kebutuhan yang tidak bisa dilewatkan, yang bisa ditunda, bahkan yang tidak masalah jika tidak dipenuhi.

Misalnya saja, kamu harus mengutamakan untuk membeli makanan. Jika harus minum obat, siapkan juga dana untuk beli obat. Tinggalkan dulu hal-hal lainnya yang tidak akan membuat hidupmu terancam meski tidak memilikinya.

4. Gunakan sebagian dana pensiun

Para ahli keuangan selalu menyarankan untuk membedakan antara dana pensiun dan dana darurat karena keduanya memang memiliki tujuan yang beda. Nah, dalam kondisi yang terdesak dan pemasukan masih 0, bahkan dana darurat pun sudah tak ada, sebenarnya kamu bisa 'meminjam' dana pensiun. Tapi sangat disarankan untuk tidak menggunakan semuanya ya. Kamu bisa mengambil beberapa persen saja.

5. Jangan pernah meminjam dana darurat

Imbauan ini sebenarnya ditujukan sebelum uangmu dalam keadaan kritis. Sebab jika kamu memakai dana darurat di saat tidak darurat, maka kamu akan mengalami kritis itu tadi.

Jelasnya begini. Tahun lalu keuanganmu baik-baik saja. Lalu kamu tergiur beli sepeda lipat seharga puluhan juta. Karena tabungan kurang, kamu pun menggunakan dana darurat dengan keyakinan bisa kamu ganti dalam waktu setahun ke depan.

Ternyata fakta berkata lain. Kamu terkena musibah yang membuatmu harus mengeluarkan uang. Sayangnya, dana darurat yang kamu punya sudah terpakai. Di situlah kamu bakal berada dalam situasi terpaksa berutang. Maka dari itu, jangan pernah meminjam dana darurat.

Nah, itu tadi beberapa trik yang bisa kamu lakukan kalau enggak mau berutang saat keuangan krisis. Sebenarnya berutang memang tidak salah. Selama kamu yakin bisa melunasinya, maka berutang baik-baik saja. Apalagi kalau kamu berutang produktif yang akhirnya bisa menghasilkan keuntungan.

Namun ada kalanya orang berutang tanpa strategi. Ujung-ujungnya, bukannya menambal sisi yang bocor, keuanganmu malah terkena banjir bandang akibat jebolnya tanggul rekening.

Sekarang, kuncinya ada pada kepandaian kamu dalam membuat prioritas dan segera mungkin mendapatkan penghasilan. Setelah itu, dorong dirimu untuk menyiapkan dana darurat.

Kamu bisa menyimpan dana darurat dengan berbagai cara. Simpan dana darurat di instrumen yang likuid atau mudah dicairkan. Misalnya seperti rekening baru, deposito jangka pendek, atau tabungan berencana. Ini penting karena memang kondisinya masih belum kondusif.

Cobalah program tabungan berencana seperti Tahapan Berjangka BCA. Kenapa di BCA?

Soalnya setoran awalnya ringan banget, mulai Rp500 ribu per bulan. Sudah begitu suku bunganya juga di atas tabungan reguler.

Malahan saat kamu punya uang lebih, bebas tambah dana sewaktu-waktu di luar setoran bulanan.

Buat cek saldo juga tinggal manfaatkan fasilitas e-statement via KlikBCA. Enaknya lagi, semua itu bisa kamu lakukan #diRumahAja.

Klik di sini untuk lihat cara buka Tahapan Berjangka BCA di KlikBCA.

Gampang, kan? Yang penting, pastikan dulu sudah aktif fitur finansialnya ya.

Aktivasi KlikBCA kamu di sini.