Waspadai Faktor Penghambat untuk Menjadi Kaya

Waspadai Faktor Penghambat untuk Menjadi Kaya
Waspadai Faktor Penghambat untuk Menjadi Kaya

Menghabiskan masa produktif dengan giat bekerja dan berkarya seharusnya dapat memberikan kehidupan yang layak, baik untuk masa kini maupun masa depan. Namun sayangnya, tidak sedikit di antara kita yang justru tidak bisa menikmati hasil jerih payah kerja.

Pendapatan menghilang begitu saja setiap bulan tanpa sisa. Padahal, gaji yang dirasa tidak dapat mencukupi pengeluaran, bukan berarti kecil. Penyakit yang kerap timbul justru semakin meningkat pendapatan, semakin kita merasa gaji yang didapat tidak bisa menutupi pengeluaran bulanan.

Kalau pengeluaran saat ini saja tidak bisa terpenuhi, bagaimana dengan pengeluaran di masa depan? Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menghambatmu untuk menjadi kaya.

Hidup tanpa perencanaan

Ada kalanya memang menjalani hidup akan lebih santai jika membiarkannya mengalir begitu saja. Akan tetapi, jika pola seperti ini terus berlanjut dalam jangka waktu lama dapat membahayakan kehidupanmu. Mulailah untuk membuat perencanaan hidup, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Dengan berbekal perencanaan yang kamu buat, kamu dapat menentukan bagaimana seharusnya kamu menggunakan uang pendapatan bulanan yang selama ini kamu terima. Bingung memulai? Coba deh browsing atau cari di media sosial soal perencanaan keuangan. Sekarang ini sudah mulai banyak kok bermunculan kelas perencanaan keuangan dengan biaya mulai dari Rp100 ribu.

Jangan pernah berpikir terlambat untuk membuat perencanaan. Segera mulai begitu kamu sadar.

"Bocor halus"

Ini yang paling membahayakan dalam dunia keuanganmu. "Bocor halus" kerap diibaratkan untuk pengeluaran tidak mendesak yang dianggap sepele oleh sebagian orang, misalnya saja kebiasaan nongkrong di kedai atau jajan sore. Sesekali mungkin dirasa hanya Rp15 ribu atau Rp40 ribu paling banyak, tapi coba angka itu dikalikan dengan seberapa sering kamu jajan. Lumayan kan hasilnya?

Jika kamu memang termasuk orang yang susah memberhentikan kebiasaan ngemil setiap sore, setidaknya masukkan biaya jajanmu dalam anggaran bulanan sehingga uang tersebut bukan bagian dari "bocor halus". Atau supaya lebih irit lagi, tidak ada salahnya juga membawa bekal camilan dari rumah.

Takut untuk mulai berinvestasi

Takut rugi, takut salah, takut dibohongi, sebagai manusia, punya rasa takut sah-sah saja. Akan tetapi, jangan membiarkan rasa takut mengekangmu untuk bergerak. Cari informasi sebanyak-banyaknya soal investasi dari buku, pakar keuangan, maupun Lembaga perbankan yang kamu percaya. Kalau kamu rajin mengecek media sosial, sekarang ini banyak pakar keuangan yang kerap memberikan informasi komprehensif melalui media sosial. Bahkan, jika beruntung kamu juga bisa berkonsultasi dengan mereka.

Percayalah, sesegera mungkin kamu mulai berinvestasi, artinya kamu juga sedang membangun kehidupanmu di masa depan.