Agar Konsumen Puas, Melek Teknologi Juga Wajib

Indonesia Knowledge Forum VII
Indonesia Knowledge Forum VII

Bagi sebuah bisnis, konsumen tentu memiliki peran yang sangat penting. Ibarat organ manusia, konsumen adalah darah yang mendistribusikan zat makanan hingga oksigen ke seluruh tubuh. Selain itu, kepercayaan konsumen pun diawali dari kepuasan mereka atas produk atau jasa yang diberikan.

Dalam hal ini, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengungkap beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bisnis bisa memberikan layanan atau produk yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan baik.

“Perusahaan-perusahaan di Indonesia wajib mampu beradaptasi dengan transformasi digital. Ini untuk efisiensi kerja sumber daya manusia (SDM) sekaligus meningkatkan potensi inovasi guna memenuhi kebutuhan konsumen yang kian hari kian masif," kata Jahja di Indonesia Knowledge Forum VII di Jakarta (9/10).

Apalagi, kata Jahja, perkembangan teknologi semakin cepat seiring perkembangan zaman. “Hal ini (pesatnya perkembangan teknologi) tak jarang membuat para pemimpin perusahaan atau pengusaha menjadi bingung. Namun, ini semua memang tantangan hidup di era ini. Jadi, antara mau atau tidak mau adaptasi. Bila mau adaptasi, maka butuh kerja keras. Bila tidak, siap-siap tenggelam,” terangnya.

Seleksi Bisnis

Melihat tren yang terjadi saat ini, terkait penggunaan teknologi dan transformasi digital, banyak yang berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan konvensional akan hilang. Sementara itu, perusahaan teknologi finansial (tekfin) akan bisa tumbuh karena lebih bisa diterima pasar.

“Ini tidaklah benar. Baik tekfin maupun perusahaan konvensional, ada yang bertahan ada pula yang hilang, bahkan menjadi besar. Ini seleksi bisnis. Kuncinya terletak pada critical mass, product, trust dan financing,” ungkap Jahja.

Dalam bisnis, critical mass merujuk pada jumlah konsumen atau pengguna awal yang cukup untuk membuat bisnis bisa masuk ke tahap percepatan usaha. Sementara itu, Jahja bilang, produk pun perlu dibuat sedemikian rupa supaya mudah digunakan oleh pengguna.

Bila produk berhasil memenuhi kebutuhan konsumen, kepercayaan pun akan mulai muncul dari konsumen. “Terakhir, financing harus bisa mendukung (bisnis),” pungkas Jahja.