Alasan Minimarket Tetap Bertahan di Era Ekonomi Disrupsi

Minimarket Bertahan
Minimarket Bertahan

Jauh sebelum internet mengalami perkembangan pesat seperti saat ini, berbagai pihak telah memprediksi bahwa toko ritel tradisional seperti toko atau kios akan mengalami pelambatan bisnis. Konsumen lebih suka belanja di pasar swalayan yang bersih, wangi dan menggunakan pendingin ruangan (AC).

Namun, masifnya perkembangan internet, juga membuat banyak supermarket besar gulung tikar. Mereka melaporkan penurunan penjualan akibat melemahnya daya beli masyarakat dan juga pergeseran (shifting) perilaku ke e-commerce.

Apakah semua toko ritel akan hilang ditelan kemajuan teknologi? Ternyata tidak. Menurut sejumlah riset, toko ritel modern yang tidak terlalu besar adalah jawaban di era disrupsi. Seperti yang dilakukan Alibaba, raksasa e-commerce Tiongkok ini justru membeli jaringan toko ritel modern terbesar di sana. Mereka berencana menggabungkan pengalaman belanja online dan offline.

Di Indonesia, tren yang terjadi di toko ritel pun akan seperti itu. Tentu saja tidak semua barang-barang ritel yang kamu butuhkan setiap hari seperti makanan dan minuman akan dibeli online bukan? Kamu masih sering pergi ke minimarket terdekat untuk membeli berbagai kebutuhan sehari-hari.

Alfamidi menjadi salah satu pilihan karena jaringannya yang luas di Indonesia. Saat ini, transaksi menggunakan Sakuku di Alfamidi kamu bisa mendapatkan penawaran istimewa. Bagaimana syarat dan ketentuannya? Kamu bisa mengaksesnya pada tautan berikut.