Anatomi Perusahaan Rintisan yang Berpotensi Sukses

Indonesia Knowledge Forum VII
Indonesia Knowledge Forum VII

Merintis sebuah perusahaan memang tidak mudah. Apalagi bila kamu bercita-cita merintis bisnis yang mampu berkelanjutan dan terbilang sukses. Merintis bisnis yang sukses bukanlah tidak mungkin, asal 'organ' perusahaan rintisan lengkap.

Di Indonesia Knowledge Forum VII, Presiden Direktur PT Bank Central Asia TbK (BCA) Jahja Setiaatmadja mengungkap anatomi sebuah perusahaan rintisan yang berpotensi sukses.

"Agar perusahaan rintisan bisa sukses, dibutuhkan hacker, hustler, dan hipster. Hacker merupakan otak di balik penciptaan teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen," kata Jahja di Jakarta (9/10).

Kemudian, masih bagian hipster yang akan membantu membuat rencana bisnis menjadi sebuah program yang dapat diterapkan. Sedangkan hustler yang akan melakukan pemasaran, membuat model bisnis dan mencari konsumen.

"Hal yang tak kalah penting lainnya adalah promosi. Hal (produk atau layanan) menarik tidak akan jalan tanpa promosi. Promosi berarti membakar uang. Ini harus ada dukungan keuangan. Bagian ini yang kerap menentukan gagal atau sukses perusahaan rintisan," katanya.

Jahja juga menyinggung bahwa peran delivery of the product juga tidak tergantikan. “Apa pun itu, ujung-ujungnya adalah produk itu sendiri. Tetap harus ada fisik yang hadir bagi konsumen. Disini konektivitas harus diperhatikan,” kata dia.

Lingkungan Kondusif

Bagi Jahja, lingkungan kerja juga harus disiapkan sedemikian rupa agar mampu membuat generasi muda (milenial) merasa nyaman. "Hal ini harus menjadi salah satu perhatian," katanya.

Apalagi, lanjut Jahja, dalam bekerja semuanya harus ditangani secara tim. "Tidak bisa monopolistik, semuanya harus ditangani bersama-sama," katanya. Dari pengalamannya, Jahja menemukan kekurangan dari milenial yang harus ditangani dengan bijak.

"Milenial punya ciri berbeda dibanding generasi lain. Mereka senang membahas inti permasalahan dan mendapat tantangan. Bila tidak ditantang, mereka akan apatis. Kekurangan generasi ini adalah kurang bijak. Tugas kita untuk memberi sisi bijak pada mereka," pungkasnya.