Atasi Krisis yang Bahayakan Reputasi Bisnis Ala Apple

Atasi Krisis yang Bahayakan Reputasi Bisnis Ala Apple
Atasi Krisis yang Bahayakan Reputasi Bisnis Ala Apple

Tak ada bisnis kebal terpaan isu. Saat isu menerpa, reputasi dan kepercayaan konsumen menjadi taruhan. Karena itu, untuk menghadapi masa kritis semacam ini, butuh strategi khusus untuk menjaga reputasi.

Kamu bisa belajar dari Apple dalam menghadapi masalah semacam ini. Di akhir Desember 2017, Apple diserang isu penurunan kualitas baterai di beberapa iPhone seri lama.

Sebagian konsumen menganggap langkah Apple ini merupakan bagian dari strategi pemasaran untuk menjual jenis iPhone terbaru. Kemudian, Apple menepis rumor ini dengan mengganti semua baterai iPhone versi lama.

Bagi pakar manajemen Tom Popomaronis, langkah ini menjadi permohonan maaf terbaik dari sebuah perusahaan. Tom pun menyorot pelajaran dari kasus Apple seperti dirangkum Inc-Asean.

Jangan Sepelekan Masalah

Makin banyak masalah menganggu bisnis, makin besar pengaruhnya pada bisnis. Karena itu, jangan diam saja. Sebab, masalah kecil bisa menjadi besar di kemudian hari.

Lihat Masalah dari Sudut Pandang Konsumen

Perusahaan bisa mengatakan tidak akan mengambil langkah apapun. Namun, coba lihat masalah yang ada dari sisi konsumen dan berikan solusi yang bisa memuaskan semua pihak.

Pastikan Konsumen Tahu Kamu Mendengarkannya

Konsumen sangat ingin tahu dengan siapa ia berbisnis. Mereka juga akan puas jika tahu keluhan dan kekhawatirannya didengarkan. Karena itu, pastikan mereka tahu bahwa perusahaan mendengar keluhannya. Hal ini akan meningkatkan reputasimu di mata mereka.

Minta Maaf

Meminta maaf atas kesalahpahaman dan komunikasi juga dapat menjadi salah satu cara terbaik menjaga reputasi. Tim hukum perusahaan, bisa saja menawarkan solusi yang lebih sistematis dan spesifik. Namun, permintaan maaf akan selalu memberi kesan tersendiri.

Beri Solusi

Salah satu cara membangun atau mendapatkan kembali kepercayaan konsumen adalah dengan memberikan solusi. Bila kamu tak segera membangun kembali kepercayaan mereka, konsumen bisa dengan mudah pindah ke perusahaan lain.

MORE FROM MY SITE