ATM Antarbank pun Akan Bersatu Berkat GPN

GPN
GPN

Pelaku di industri perbankan Indonesia memang banyak. Jadi, bukan hal yang aneh bila tiap bank memiliki mesin ATM masing-masing. Setiap bank juga mengelola sendiri sistem transaksi di ATM masing-masing. Tentu hal ini tidak efisien dan tidak nyaman bagi pengguna atau nasabah.

Pemerintah, dalam hal ini Bank Indonesia (BI), pun mulai mengimplementasikan sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Melalui sistem ini, nantinya mesin ATM akan bersatu dan nasabah tak perlu lagi bingung mencari ATM dari bank tertentu.

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso menilai, implementasi GPN ini akan memberi berbagai manfaat, seperti mengurangi antrean nasabah di mesin ATM dan menghemat biaya investasi bank.

Saat ini, BCA memiliki sekitar 17.500 mesin ATM. Biaya investasi perseroan untuk mesin ATM saja sudah cukup kompetitif. Rata-rata transaksi nasabah di satu mesin ATM BCA mencapai sekitar 13.500 transaksi per bulan. Khusus jam sibuk (pukul 08.00-20.00), rata-rata transaksi di ATM BCA terjadi tiap 2,5 menit.

"Kalau lebih tinggi lagi (transaksi ATM), antrean di ATM akan lebih banyak. Melalui GPN, antrean di ATM tak akan lebih panjang karena nanti penggunaan ATM bisa lebih tersebar," ujar Santoso. Selama ini, Santoso mengaku, BCA berinvestasi cukup besar membangun infrastruktur jaringan, terutama ATM.

"Dulu BCA pasang ATM dimana-mana, investasinya besar dan melelahkan. Sekarang, dengan GPN, level kompetisi berubah tidak lagi ke infrastruktur, lebih ke layanan dan efisiensi yang ditawarkan pada konsumen," ungkapnya.

Melalui GPN, bank bisa berhemat dalam investasi pembangunan infrastruktur sistem pembayaran. Hal ini bisa terjadi karena biaya investasi bisa ditanggung secara bersama-sama dengan bank lain.