Belajar Cara Bangun Merek dari Merek Terkuat Indonesia

merek
merek

Bagi sebuah perusahaan, merek termasuk aset penting yang tidak terlihat. Semakin kuat sebuah merek, kesempatan merek itu muncul pertama di pikiran konsumen saat memikirkan membeli suatu barang akan semakin besar. Ini tentu penting bagi sebuah bisnis.

Di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah membuktikan diri sebagai merek paling kuat. Menurut penilaian WPP dan Kantar Millward Brown dalam Brandz Top 10 Merek-Merek Indonesia Paling Berharga Tahun 2018, BCA memuncaki peringkat itu.

Nilai merek BCA mencapai US$12,7 miliar. Tak hanya di peringkat Indonesia, BCA juga sudah masuk salah satu merek paling berharga dunia dalam BrandZ Top 100 Merek Global Paling Berharga. BCA menempati posisi 99 Setelah Honda dan sebelum Adidas.

Semua pencapaian tersebut bisa terjadi berkat kerja keras BCA dalam melakukan inovasi. Dalam setahun terakhir, BCA mengadopsi beberapa teknologi mutakhir untuk menambah layanan yang ia miliki.

Salah satunya adalah teknologi asisten maya bernama VIRA. Adopsi chatbot tersebut dilakukan guna meningkatkan pelayanan BCA pada nasabah melalui berbagai aplikasi pesan singkat populer.

Direktur BCA Santoso mengatakan, penggunaan teknologi informasi yang canggih serta mengedepankan data yang akurat adalah cara BCA untuk memberi layanan yang cermat, tepat dan akurat pada nasabah.

“Tak hanya itu, BCA juga memiliki perhatian tinggi pada kualitas di tiap layanan dan produk. Kualitas layanan menjadi salah satu prioritas BCA dalam pengembangan layanan pada nasabah,” kata Santoso.

Selain dari inovasi teknologi, BCA juga kerap berkontribusi pada komunitas masyarakat. Salah satunya adalah kontribusi pada program magang kerja untuk para lulusan S1 dan menjadi sponsor tetap dalam pertandingan badminton tahunan Indonesia Open.

"Pencapaian BCA menunjukkan bahwa inovasi yang kuat dapat menumbuhkan nilai merek itu. Untuk dapat menandingi kinerja BCA, merek-merek Indonesia lain perlu menguasai terlebih dahulu seni berinovasi secara berkesinambungan, kemudian harus dapat mengomunikasikan hal itu secara efektif pada konsumen," kata David Roth dari WPP.