Belajar Cara Hadapi Krisis dari Blue Bird

blue bird
blue bird

Dalam mengembangkan dan membesarkan bisnis, tak ada satu perusahaan pun yang tidak pernah mengalami krisis. Krisis, dalam bisnis, justru membuat semua pihak belajar. Bagaimana bertahan di masa sulit, bagaimana memutuskan hal-hal penting secara cepat dan efektif dengan risiko sekecil-kecilnya.

Bila saat ini kamu menghadapi krisis, kamu bisa belajar langsung dari Blue Bird. Presiden Direktur Blue Bird Group Indonesia Noni Purnomo berbagi ceritanya. Kejadiannya pada 2016 lalu. Sopir Blue Bird melakukan aksi mogok massal dan turun ke jalan-jalan untuk unjuk rasa.

Mereka meminta pemerintah memperlakukan mereka dengan adil. Menurut mereka, ojek online membuat pendapatan mereka turun drastis. “Maka, Blue Bird (memiliki kesan baik dan santun) berubah menjadi angry bird dalam satu hari itu,” kata Noni ketika bicara di Indonesia Knowledge Forum 2018.

Selama berpuluh tahun menjalankan bisnis, baru hari itu mitra pengemudinya unjuk rasa. Beberapa juga dikabarkan melakukan perusakan dan kekerasan terhadap penumpang. Padahal, kata Noni, hanya sebagian keci mitra pengemudi yang mengikuti aksi di hari itu.

Karena itu, manajemen Blue Bird termasuk Noni sepakat melakukan langkah taktis. Di hari itu juga, mereka menggelar jumpa pers. “Kami menjelaskan pada publik tentang apa yang sebenarnya terjadi dan dimana posisi kami,” tambahnya.

Sehari setelah kejadian tersebut, Blue Bird langsung melakukan aksi besar dengan menggratiskan layanan Blue Bird pada seluruh konsumen di Jakarta. Bagi Noni, aksi ini bukan hanya sekadar aksi public relations untuk memperbaiki kesan (image) perusahaan.

“Kami justru ingin memulihkan pengalaman buruk bagi mitra pengemudi dan konsumen. Cukup sehari. Kita semua akan kembali santun dan sopan,” tambahnya. Layanan ini berhasil. Saat ini, kesan Blue Bird kembali menjadi salah perusahaan penyedia transportasi yang berdedikasi dan unggul.

“Dalam menjalankan bisnis, kita jangan pernah merasa telah ada di puncak. Setelah puncak itu pasti kita akan turun bukan? Terus saja mendaki mencari tempat-tempat tertinggi berikutnya,” pesannya.

Di IKF 2018, Asisten Presiden Direktur Pulau Intan Bajaperkasa Konstruksi Pui Budi Setiawan mengaku mencari inspirasi menyenai penerapan digital di bisnis konstruksi seperti yang ia geluti.

"Dalam forum ini, saya mendapat banyak pengalaman. Digitalisasi tidak mudah, tetapi dengan adanya contoh beberapa perusahaan yang sudah lebih dahulu melakukannya, saya dapat meyakinkan manajemen untuk melakukan inovasi digital," sebutnya.