Benarkah Tekfin Sama dengan Rentenir Digital?

Benarkah Tekfin Sama dengan Rentenir Digital?
Benarkah Tekfin Sama dengan Rentenir Digital?

Industri jasa keuangan terus berkembang seiring kemajuan teknologi, khususnya perusahaan teknologi finansial (tekfin). Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Januari 2018, jumlah peminjam uang dari tekfin saat ini sudah mencapai 260 ribu.

"Bunga pinjaman tekfin rata-rata sampai 19%. Ini cukup mahal dan mencekik. Bunga ini membuat risiko default makin tinggi. Karena itu OJK mengatur tekfin untuk transparan," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso belum lama ini seperti ditulis Tempo.

Tingginya bunga ini, menurut laporan Selular, membuat Wimboh mengeluarkan pernyataan bahwa model bisnis tekfin serupa rentenir. Lalu benarkah tekfin sama dengan rentenir online?

Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech (Aftech) Adrian Gunari pun mengimbau agar OJK bisa mengenali perbedaan antara penyedia layanan peer to peer (P2P) lending yang beroperasi untuk mendukung inklusi keuangan.

"Kegiatan pinjam meminjam dalam tekfin tidak dapat disamakan dengan kegiatan rentenir karena P2P lending berbeda dengan bank keliling (pay-day loan). Sangat berbahaya bila OJK menyamakan semua model bisnis tekfin sebagai rentenir," ujar Adrian seperti dilaporkan Detik.

Ketua kelompok Kerja P2P Aftech Reynold Wijaya menambahkan, tekfin beroperasi untuk mengisi pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). "Melalui bantuan tekfin, UMKM diharapkan bisa berkembang menjadi bankable. Apalagi, usia usaha yang masih muda, minimnya data dan ketiadaan agunan cukup mempersulit akses pada pembiayaan," ungkap Reynold.

Bila kamu juga merupakan pelaku bisnis rintisan maupun UMKM, HaloMoney.co.id punya ciri-ciri yang bisa kamu pelajari agar tidak terjebak rentenir online.

Bunga Mahal

Ciri utama rentenir adalah, besar bunga diluar batas kewajaran. Misal, 1% per hari. Mereka berani memasang bunga tinggi dengan iming-iming syarat mudah dan dana cepat cair. Mereka juga tidak dibatasi OJK.

Serba Cepat & Mudah

Tidak seperti bank atau penyedia pinjaman yang umumnya menerapkan syarat cukup ketat, mulai dari identitas, BI Checking, sampai syarat agunan, rentenir biasanya hanya meminta foto diri dan identitas.

Tak Ada Aturan Jelas

Saat peminjam gagal bayar, katakan hingga 2 bulan, pemberi pinjaman bisa mewajibkan peminjam membayar bunga hingga tiga kali lipat. Makin lama menunda pembayaran, bunga makin besar.

Tak Segan Pakai Cara Kasar

Saat pembayaran utang terhambat, pemberi pinjaman tak segan melakukan tindak kekerasan saat menagih.