Butuh Trik Khusus untuk Hadapi Konsumen yang Makin Cerdas di Era Digital

konsumen senang
konsumen senang

Sebagai pengusaha, di era disrupsi digital ini kamu dituntut bisa menampilkan produk atau jasa yang berkualitas. Sebab, di era ini, konsumen sudah semakin cerdas. Belum lagi, mereka bisa dengan mudah berpindah ke merek lain bila merasa tidak puas.

Hal ini membuat pengalaman (customer experience) yang baru dan menyenangkan bagi konsumen menjadi penting. Sebab, kata Direktur Pelaksana Nielsen Indonesia Agus Nurudin, konsumen selalu membekali diri dengan informasi yang cukup tentang suatu produk atau jasa sebelum memilih merek.

Bila mereka kecewa atas suatu produk, mereka dengan gampang berpindah pada merek lain. "Mereka (konsumen) memiliki lebih banyak alternatif. Mereka juga sudah bisa membedakan mana kebutuhan (needs) dan wants (keinginan) serta bisa membandingkan harga yang paling murah," sebut Agus di Indonesia Knowledge Forum VII 2018.

Chief Operating Officer (COO) UntungUntung.com (perusahaan cross border e-commerce) Rudy Hadi Saputra menyebut, karenanya tantangan bisnis ke depan semakin banyak dan kompleks.

Karena itu, sebagai pengusaha rintisan, ia merasa harus terus membekali diri dengan ilmu dan pengalaman baru tentang berbagai macam hal, khususnya tentang pemasaran digital dan teknologi bisnis.

"Dalam hal transformasi digital misalnya, dari CEO BCA Jahja Setiaatmadja, saya belajar banyak. Inovasi itu penting dan harus dilakukan. Transformasi dan inovasi bisa dilakukan dari lingkungan tempat kita bekerja," komentarnya.

Agar proses transformasi bisnis semakin berjalan baik, Hadi meminta dukungan semua pihak seperti dari pemerintah. Salah satunya dengan penyediaan infrastruktur yang baik seperti jalan, listrik dan akses internet yang baik dan stabil.