Fokus Biayai Wanita hingga Bisa Mandiri

Fokus Biayai Wanita hingga Bisa Mandiri
Fokus Biayai Wanita hingga Bisa Mandiri

Teknologi keuangan (fintech) memang sedang tumbuh pesat di Indonesia. Kini, makin banyak perusahaan rintisan masuk ke sektor ini, termasuk Amartha. Amartha sendiri merupakan lembaga keuangan mikro yang berdiri sejak 2010 dan resmi bertransformasi menjadi layanan peer to peer lending marketplace.

Transformasi ini membuat individu maupun kelompok bisa berinvestasi untuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang mencari pinjaman. Saat ini, 80% tujuan pembiayaan ada di usaha rumah tangga yang merupakan sektor produktif, kata VP Amartha Aria Widyanto.

Aria melanjutkan, semua peminjam Amartha adalah perempuan dan tiap kelompok terdiri dari 15-25 orang. Selama ini, Aria mengklaim belum pernah terjadi kasus kredit macet berkat langkah preventif unik yang ia terapkan.

"Jadi, ketika ada satu peminjam terlambat membayar, maka sisa orang yang ada dalam kelompok itu akan bergotong royong membantu. Cara ini berhasil membantu kami menghindari kredit macet," paparnya.

Selain itu, Amartha juga menawarkan peluang investasi melalui investasi pada mitra usaha yang bekerja sama dengan Amartha. Jadi, investor bisa melihat layak atau tidaknya UKM yang dipilih sebagai tempat untuk investasi, melalui skor kredit yang sudah ia bangun selama bekerja sama dengan Amartha.

Dari skor tersebut, investor bisa melihat riwayat kredit UKM tersebut. "Amartha memiliki proprietary risk algorithm yang memungkin kita membuat creditscoring berdasar data perilaku dan data transaksi guna melakukan penilaian terhadap profil risiko calon peminjam," papar Aria.

Fokus pada proprietary technology platform ini akan membangun analytical tools sehingga memastikan peminjam atau investor memiliki informasi yang lengkap dalam membuat keputusan dan menilai portofolio.

Aria yakin, lending marketplace punya kekuatan untuk memfasilitasi penyebaran pendanaan yang lebih efisien, meningkatkan daya saing UKM, dan menjembatani pemerataan ekonomi di Indonesia.

Sebelumnya, Amartha sudah melayani lebih dari 20 ribu orang dengan total pembiayaan mencapai Rp 37 miliar dan total kredit macet 0%. Fakta itu menjadi salah satu pertimbangan Amartha terus mempercayai UKM yang mengajukan pinjaman.

Kepala Satuan Kerja CSR BCA Inge Setiawati berharap, melalui forum diskusi bersama pelaku di industri bisa makin mendorong dan merangsang kreativitas generasi muda dalam membangun perusahaan rintisan.

"Kami berharap forum diskusi ini bisa merangsang kreativitas dalam menciptakan bisnis startup yang inovatif, mengingat demografi Indonesia yang mayoritas berusia muda," pungkasnya.