Hadapi Era Digitalisasi dengan Cerdik

Kompetensi di Era Disrupsi
Kompetensi di Era Disrupsi

Saat ini, semakin banyak pekerjaan manusia yang diambil alih robot dan mesin. Era sudah mulai memasuki digitalisasi. Tanpa persiapan yang tepat, posisimu akan tergantikan robot.

Di Indonesia, digitalisasi, khususnya otomatisasi yang termasuk dalam Making Indonesia 4.0 sudah mulai menjamah industri otomatif, makanan, minuman dan tekstil. Artinya, robot akan mulai mengerjakan pekerjaan manusia.

Tanpa respons yang tepat, kamu akan tertinggal. Karenanya, kamu perlu meningkatkan kompetensi dan kemampuan diri agar tidak tergantikan robot. Miliarder Mark Cuban memberi solusi, "(Harus memiliki) kemampuan berpikir kreatif".

Menurut Mark, 10 tahun ke depan, akan ada lebih banyak lapangan kerja di bidang seni dibanding pemrograman. Dalam kondisi tersebut, perusahaan akan butuh tenaga kerja yang mampu berpikir bebas dan kreatif.

Mengutip CNBC, perusahaan juga butuh tenaga kerja yang punya sudut pandang berbeda dalam menerima dan mengolah informasi. CEO Tesla Elon Musk bilang, mampu berpikir kreatif penting untuk melakukan lompatan dalam inovasi.

"Bila ingin melakukan hal baru, terapkan pendekatan fisika. Fisika benar-benar tahu cara mencari hal yang benar-benar baru," katanya. Kemampuan apa lagi yang diperlukan nantinya? Menurut Mark, kemampuan berimajinasi juga penting.

"Saya melihat ini sangat penting dalam dunia kerja di masa depan," katanya. Bagi Mark, digitalisasi tak selama buruk. Sebab, berkat digitalisasi, orang bisa belajar di mana saja melalui kursus daring (online).

"Sekarang ada banyak kursus daring. Dari sana, kamu bisa belajar banyak hal untuk jadi lebih sukses. Bila kamu disiplin, ada banyak kursus yang bisa menyamai gelar MBA yang lebih murah namun tetap berkualitas," paparnya.

Mark mencontohkan, kursus Effective Business Writing oleh Margareth Steen dan Entrepreneurship in Emerging Economies oleh Tarun Khanna.

Tertarik?