Indonesia Terbesar se-ASEAN, Jangan Ragu Jadi Atlet e-Sport

Potensi e-sport di Indonesia.
Potensi e-sport di Indonesia.

Seiring dengan bermunculannya turnamen-turnamen e-Sport, industri game di Tanah Air seperti kejatuhan durian. Indonesia bahkan menjadi negara dengan pendapatan industri game terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Malahan dari 100 negara dengan pendapatan industri game terbesar di dunia, Indonesia menempati peringkat 17 dengan pendapatan 1.084 miliar dolar AS atau setara Rp15,67 triliun. Angka ini didapatkan dari 82 juta pengguna internet se-Indonesia.

Per Januari lalu, khusus segmen mobile games, peringkat pertama telah diduduki China dengan pendapatan 34.400 juta dolar AS. Kemudian Amerika Serikat harus rela turun ke peringkat dua dengan 31.535 juta dolar AS. Sementara negeri produsen game Jepang, aman di posisi tiga secara global dengan 17.715 juta dolar AS.

Meski masih tertinggal agak jauh dari lainnya, Indonesia masih memiliki potensi begitu besar. Menjadi yang terbesar di Asia Tenggara saja sudah cukup membuktikan besarnya potensi itu.

Pesaing di kawasan cuma Thailand di peringkat 20 global, lalu Malaysia di peringkat 22, dan vietnam di peringkat 26.

Seperti dikatakan tadi, perkembangan e-Sport sedekade belakangan memang karena banyaknya kompetisi resmi. Fenomena inilah yang kemudian digemari milenial. Banyak anak muda membidik profesi atlet e-Sport karena bayarannya fantastis. Dari turnamen saja, mereka bisa meraup ratusan juta.

Hal itu tak terlepas dari besarnya hadiah yang diberikan pada kejuaraan-kejuaraan berkelas macam World Cyber Games, Intel Extreme Masters, Major League Gaming, Championship Gaming Series, World Series of Video Games, dan yang baru saja berakhir di Indonesia, yakni Piala Presiden e-Sport 2019.

Kejuaraan yang didukung penuh pemerintah ini berhasil dimenangkan tim Onic yang berhak membawa pulang Trofi Piala Presiden Esports 2019, medali emas, serta hadiah uang sebesar Rp400 juta.

Bagaimana? Ingin kaya dari game?