Kiat Atasi Penolakan Karyawan Atas Sebuah Perubahan

Direktur Buana Telekomindo Jeffri Halim
Direktur Buana Telekomindo Jeffri Halim

Bila sudah terbiasa dan merasa nyaman pada suatu hal, orang kerap menunjukkan penolakan bila perubahan yang terjadi terbilang drastis. Namun, dalam bisnis, kadang inovasi yang memicu perubahan perlu dilakukan. Bila karyawan menolak, lantas harus bagaimana?

Direktur PT Buana Telekomindo Jeffri Halim mengisahkan, pernah terjadi kekhawatiran di kalangan karyawan akibat inovasi. Para karyawan khawatir, adopsi chatbot akan merebut pekerjaan mereka di masa mendatang.

"Kami memberi pengertian pada mereka bahwa sistem ini justru membantu. Kami juga memberi pemahaman dan pelatihan untuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan konsumen sebagai nilai tambah," kata Jeffri yang memimpin setidaknya 800 karyawan itu.

Bagi Buana Telekomindo, karyawan adalah ujung tombak. Setelah berdiri kokoh selama 16 tahun, Jeffri menyebut bahwa saat ini perusahaannya tak lagi menawarkan pulsa telepon pada konsumen, melainkan paket data.

"Sebanyak 70% karyawan kami juga termasuk golongan milenial. Mereka adalah golongan yang mengadopsi teknologi dan hal-hal baru dengan cepat sehingga lebih mudah menempatkan diri dengan konsumen," tambahnya.

Di samping itu, Jeffri juga mengaku perusahaannya rutin memberi pelatihan pada karyawannya tiap tiga bulan sekali.

"Kita yakinkan karyawan bahwa posisi mereka adalah sama-sama belajar. Karier mereka bisa terus naik bila terus belajar. Kita juga tidak perlu menolak hal-hal baru, lebih baik memelajarinya," kata dia.

Buana Telekomindo menggunakan solusi Application Program Interface (API) untuk membantu transaksi mereka.

"API memudahkan mutasi bank yang tadinya hanya bisa dilakukan secara manual. Demikian, konsumen di seluruh Indonesia bisa belanja 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu tidak lagi menunggu agen kami datang," pungkasnya.