Lihat Bagaimana Perusahaan Ini Lakukan Inovasi Model Bisnis

Lihat Bagaimana Perusahaan Ini Lakukan Inovasi Model Bisnis
Lihat Bagaimana Perusahaan Ini Lakukan Inovasi Model Bisnis

Perusahaan listrik negara (PT PLN) adalah perusahaan dengan bisnis inti berjualan listrik. Namun, ada hal menarik dari PLN. Ia melakukan inovasi yang cukup menarik dengan memadukan tujuan bisnis dan gerakan cinta lingkungan.

Sejak 2011, PLN mendirikan bank sampah. Saat ini, jumlah nasabah bank sampah PLN sudah mencapai 53.550 nasabah. Kamu juga bisa ikut berpartisipasi dengan menjadi nasabah.

Cukup membawa sampah ke bank sampah dan menukarnya dengan voucher listrik. "Ketika menyetor sampah, saldo nasabah di buku tabungan bank sampah akan bertambah. Saldo bisa diuangkan untuk membayar listrik atau belanja di minimarket rekanan," ungkap Manager Senior CSR PLN Zubaedah seperti dikutip Kumparan.

Untuk membayar listrik menggunakan sampah, kamu harus memilah sampah sesuai kategori sebelum disetor ke bank sampah. Bank sampah binaan PLN sudah menetapkan harga masing-masing sampah.

Misalnya, arsip, koran, dus dihargai Rp1.300, kertas semen Rp1.000/kg, arsip warna Rp 300/kg, buram/kertas campur Rp800/kg, majalah Rp600/kg, dupleks (dus tipis) Rp300/kg, cup A (gelas plastik bersih) Rp4.000/kg, cup B (gelas plastik kotor) Rp2.000/kg, ember hitam Rp 800/kg dan masih banyak lagi.

Saat ini, bank sampah binaan PLN sudah tersebar di 12 kota besar di Indonesia dengan jumlah total lebih dari 1.000 unit. Per bulannya, bank sampah mampu mengelola 337 ton sampah.

PLN juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi bank sampah binaan PLN. Saat ini, di Bandung ada 131 unit bank sampah, Yogyakarta 127 unit, Malang 520 unit, Surabaya 205 unit, dan Mataram 5 unit.

Lokasi lainnya ada di Jakarta, Palembang, Tanah Datar, Kediri, Klungkung, Samarinda, dan Balikpapan.

Bagaimana menurutmu?