Makin Mudah, Beli Emas Kini Bisa Secara Daring

emas
emas

Sebagai instrumen investasi, emas memang menawarkan kestabilan. Bila dulu membeli emas harus ke toko langsung, kini sudah tidak lagi. Seiring kemajuan teknologi, pembelian emas juga bisa dilakukan secara daring (online).

Sebelumnya, sudah ada IndoGold dan BukaEmas yang menawarkan fasilitas itu. Kini, EmasDigi turut menawarkan hal yang sama. CEO dan pendiri EmasDigi Claudia Kolonas mengaku akan menggeber laju bisnis situs setelah mendapat pendanaan dari Celebes Capital dan PT Catur Kusuma Abadi Sejahtera.

"Kami menitikberatkan pada pengembangan produk, terutama di aplikasi Android dan iOS," katanya seperti dikutip Kontan. EmasDigi baru meluncur 26 April lalu. Seperti situs jual beli emas daring lainnya, EmasDigi juga bisa bertransaksi jual beli emas mulai dari yang terkecil 0,01 gram (gr).

Sistem pembayaran juga beragam, bisa tunai atau cicilan. Menurut Claudia, transaksi konsumen dengan PT PG Berjangka ini terdaftar di Bursa Komiditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau ICKD.

Artinya, harga transaksi jual emas akan mengacu bursa komoditi tersebut. Selain jual beli emas, EmasDigi juga memberikan fasilitas kirim emas, tagih emas, tarik emas fisik, dan lainnya.

Nasabah juga bisa menarik emas sesuai pilihan, baik berbentuk emas atau uang tunai. Sayang, Claudia belum bisa menyebut target EmasDigi di tahun ini. Intinya, ia ingin situs ini dikenal luas dan bisa memenangkan persaingan.

Untuk itu, Claudia terus melakukan edukasi investasi emas di Jakarta dan luar ibukota. Di sisi lain, Bukalapak juga mengakui bahwa situs jual beli emas daring sudah mendapat respons positif dari khalayak.

Buktinya, fasilitas BukaEmas sudah dimanfaatkan 200 ribu pengguna Bukalapak. "Pengguna layanan BukaEmas didominasi pelapak Bukalapak," papar Manajer Komunikasi Korporasi Bukalapak Evi Andarini.

Berdasarkan data Bukalapak, perbandingan pelapak dan konsumen yang menggunakan layanan BukaEmas sebesar 70% untuk pelapak dan 30% untuk konsumen yang biasa berbelanja di Bukalapak.

Evi mengungkap, BukaEmas membidik tambahan pengguna 500 ribu hingga akhir 2018. Untuk mencapai target itu, pihaknya terus berinovasi mengembangkan fitur BukaEmas. Sayangnya, ia tidak merinci rencana inovasi tersebut.

Sedangkan IndoGold, menurut Pendiri dan CMO PT Sinar Rezeki Handal Indra, pengelola IndoGold berencana memperluas layanan jual beli emas tak hanya di Bukalapak, juga situs belanja lainnya. Namun fasilitas untuk mempermudah transaksi jual beli emas di IndoGold ia kerjakan.

Misalnya, menjalin kerjasama Go-Pay selain transaksi dengan sistem transfer bank dan virtual account. Selain itu, perusahaan ini juga sedang mengembangkan layanan gadai emas. Untuk layanan ini, ia masih menanti izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).