Mengintip Peluang Jasa Antar Barang Daring di 2018

Mengintip Peluang Jasa Antar Barang Daring di 2018
Mengintip Peluang Jasa Antar Barang Daring di 2018

Berkat maraknya e-dagang, banyak konsumen kini lebih senang berbelanja secara daring (online). Sebab, mereka tak perlu lagi repot ke pasar untuk belanja dan barang akan diantar sampai rumah.

Tren ini akhirnya membuat jasa logistik atau kurir pun seolah mendapat durian runtuh. Pada 2018, Konsultan Senior Supply Chain Indonesia (SCI) Zaroni menyebut, layanan kurir berbasis aplikasi (on demand logistics) akan punya peluang pertumbuhan besar karena biaya yang lebih murah dan menawarkan fleksibilitas tinggi.

Layanan ini, kata Zaroni, membuat penjemputan atau pengantaran barang bisa terjadi secara langsung. Terlebih lagi, model bisnis ini pun tak mengharuskan penyediaan kendaraan dan tenaga kerja khusus.

Sebab, aplikasi on demand logistics bisa menjembatani pengemudi mobil, motor dan sepeda melakukan pengambilan dan pengantaran barang ke konsumen.

"Biaya operasional akan linier dengan peningkatan volume atau pendapatan yang dihasilkan. Balik modal pun bisa menjadi lebih cepat," kata Zaroni seperti dikutip Bisnis Indonesia.

Zaroni melanjutkan, bisnis juga memberi fleksibilitas tinggi bagi pengusaha dan konsumen. Mereka bisa melakukan transaksi selama tujuh hari dalam sepekan dan 24 jam dalam sehari.

Pemilik barang dan konsumen juga bisa melacak status pengiriman secara real time melalui ponsel pintar. Contoh perusahaan yang sudah menawarkan jasa ini termasuk Go-jek (Go-Send), Grab (GrabExpress) dan Deliveree.

Namun, selain tiga pemain besar itu, bisnis ini tetap akan menguntungkan bagi pelaku bisnis dengan skala kecil-menengah yang tengah menapaki usaha.

MORE FROM MY SITE