Menjadi Pemimpin yang Efektif di Era Disrupsi

Pemimpin Era Disrupsi
Pemimpin Era Disrupsi

Di era disrupsi seperti saat ini, ibarat kapal, tanpa nakhoda yang handal, kapal bisa karam kapan saja. Ini menggambarkan pentingnya menjadi pemimpin yang andal di era yang sangat kompetitif seperti saat ini.

Pertanyaannya, apakah kamu sudah menjadi pemimpin yang tahan banting dan andal? Country Managing Director Accenture Indonesia Neneng Goenadi mengungkap ada empat syarat menjadi pemimpin andal.

Inovatif dan Penuh Strategi

"Adopsi digital atau akan terganti," kata Neneng dalam suatu seminar. Lebih lanjut, Neneng bilang, digitalisasi menjadi satu hal wajib di era disrupsi ini. Nokia dan BlackBerry menjadi bukti nyata hal tersebut.

Pada lima tahun lalu, perusahaan tersebut tumbang karena terlambat menyadari perubahan di pasar. Pemimpin di era disrupsi, kata Neneng, harus membuka diri pada tiap perubahan dan terus berinovasi produk, litbang maupun sumber daya manusia.

Berorientasi Hasil

Teknologi membuat bisnis bisa bergerak lebih cepat, mudah dan murah. Alhasil, pemimpin dituntut untuk bisa meningkatkan hasil. Neneng mencontohkan kasus pemangkasan 20% biaya litbang di P&G.

"Mereka menggunakan software yang memungkinkan pengelolaan data pelanggan yang lebih cepat," katanya.

Mampu Bekerja dalam Keragaman

Pemimpin harus bisa membuka diri pada berbagai situasi dan perbedaan serta mampu bekerja sama berbagai tipe dan karakter karyawan. Pemimpin juga harus membuka diri pada ilmu. "Bankir tidak harus berlatar belakang keuangan," kata dia.

Kolaborasi

Disrupsi membuat bisnis bisa berjalan lebih fleksibel. Pemimpin bisnis dituntut bisa berkolaborasi dengan mesin, karyawan dan tempat kerja. Kini, rapat tidak harus dilakukan di satu tempat. Karyawan juga tidak harus bekerja di kantor.

"Di Amerika, pelaku bisnis mulai mempertimbangkan bekerja dengan pekerja lepas (freelance) dibanding mengangkat karyawan tetap karena pekerja lepas menawarkan fleksibilitas waktu dan tempat kerja," pungkasnya.