Pebisnis Indonesia Belum Aplikasikan Teknologi

Pemanfaatan teknologi dalam bisnis
Pemanfaatan teknologi dalam bisnis

Kebutuhan untuk menyerap teknologi di tengah kompetisi bisnis adalah suatu kewajiban. Kesadaran ini disadari oleh seluruh pelaku bisnis termasuk Indonesia.

Studi yang dilakukan Microsoft menyebut 90 persen responden menyadari sistem bisnis digital adalah kunci untuk bisa bersaing di era disrupsi digital.

"Di Indonesia ada banyak sekali potensi misalnya dari segi populasi. Dengan segala macam inovasi yang bisa ditemukan di Indonesia, digital bisnis itu memang sangat menarik," kata Enterprise Commercial Director Microsoft Nina Wirahadikusumah dalam acara BCA Young Community (BYC).

Angka tersebut, lanjut Nina, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Pasifik yang rata-rata berada di angka 80 persen.

Selain bisnis digital, pengusaha Indonesia juga mengaku data merupakan hal yang penting untuk kemajuan bisnis. Sembilan puluh persen pengusaha Indonesia yang menjadi responden menyebut data adalah modal bagi pengusaha atau bisnis agar bisa menampilkan sesuatu yang berbeda.

"Data atau insight itu yang akan sangat membedakan satu bisnis dengan bisnis yang lain untuk menemukan revenue speed yang baru ataupun bisnis model yang baru untuk meningkatkan pendapatan atau mengoptimalkan biaya," ujar Nina.

Kembali Nina menyatakan bahwa angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata responden di Asia Pasifik yang berada di angka 80 dalam hal pentingnya data untuk kemajuan bisnis.

Meski begitu, temuan Microsoft juga menyebut bahwa kesadaran tentang data dan digitalisasi masih perlu pengaplikasian. Studi Microsoft menyebut hanya 27 persen responden di Indonesia yang sudah mengaplikasikan strategi digital di perusahaan mereka. Angka tersebut lebih rendah dibanding responden lain di Asia Pasifik yang sudah menerapkan strategi digital di perusahaannya.

“Masih banyak sekali perusahaan yang belum mengaplikasikan strategi digital sebagai kunci keunggulan daya saing utama mereka," tutur Nina.

Nina menegaskan bahwa apabila perusahaan-perusahaan di Indonesia ingin memenangkan persaingan di era disrupsi digital, maka penerapan teknologi harus menjadi bagian dari operasional perusahaan.

"Bila dalam tiga tahun mereka tidak memikirkan strategi digital, maka bisnis akan terdisrupsi oleh pemain baru yang fokus pada digital," pungkasnya.