Siap Jemput Kesuksesan dalam Merintis Bisnis?

Pelajaran bagi Entrepeneur
Pelajaran bagi Entrepeneur

Merintis bisnis memang bukan perkara mudah seperti menyelesaikan teka teki. Namun, ketika kamu berhasil menemukan pijakan yang kuat, bisnis bisa lepas landas. Bila ingin menjadi pengusaha muda yang sukses, setidaknya kamu harus melakukan persiapan diri.

Kamu bisa belajar persiapan diri dari Milan Reinartz yang merupakan salah satu pengusaha sukses versi Forbes melalui perusahaan yang ia dirikan, Postr Media Ltd. Agar menjadi pribadi dengan mental yang kuat dan siap, Milan punya beberapa saran.

Akui Kelemahan Diri

Tak ada satu orang pun yang sempurna. Begitu pula kamu. Kamu akan selalu punya kelemahan atau selalu ada keahlian yang tidak kamu miliki. Bila menghadapi kondisi semacam ini, kamu cukup mengatasinya dengan membuat tim yang bisa saling melengkapi. Jangan kerjakan semuanya sendiri.

Pragmatis

"Pendiri bisnis biasanya idealis dan dipenuhi segala impian," katanya. Daripada idealis, kamu sebaiknya menjadi pribadi yang realistis. Menjadi pribadi yang mudah beradaptasi di berbagai kondisi jauh lebih baik dibanding harus mati-matian membela idealis diri.

Tak Perlu Terlalu Detail

Sebagai pendiri bisnis, buang jauh-jauh ide untuk mengendalikan segala sesuatu dalam bisnis. Memberi kepercayaan pada tim akan membuatmu menjadi pemimpin yang lebih baik serta tim pun ikut tumbuh bersama kamu.

Bisnis Bukan Prioritas

Ketika merintis bisnis, tak sedikit pengusaha menganggap bisnisnya adalah segalanya sehingga melupakan kehidupan pribadinya. Singkirkan kebiasaan beracun ini dan pastikan kehidupan tetap berjalan seimbang, sebagai pengusaha dan sebagai pribadi.

Tak Semua Orang Bisa Jadi Pengusaha

Pemahaman ini mungkin sulit kamu terima, apalagi kamu sudah bekerja keras merintis bisnis. Namun, hasilnya tak kunjung memuaskan. "Barangkali kamu tidak cocok menjadi pengusaha. Coba pikirkan kembali tiap langkah yang kamu ambil selama ini," sarannya.

Siapa tahu, kamu menemukan jawaban bahwa kamu memang tidak cocok menjadi pengusaha, melainkan lebih cocok menjadi akademisi. Jadi, cari jawabannya dalam dirimu sendiri.