Sinergi dengan E-Dagang untuk Mempertahankan Bisnis

Sinergi dengan E-Dagang untuk Mempertahankan Bisnis
Sinergi dengan E-Dagang untuk Mempertahankan Bisnis

Salah satu industri yang mulai mengalami penurunan (sunset industry) adalah ritel. Hal tersebut terjadi akibat maraknya perusahaan e-dagang (marketplace). Jadi, konsumen mulai menikmati memilih berbelanja secara daring daripada berkeliling toko.

Tentu, kondisi semacam ini butuh penanganan khusus agar bisnis bisa tetap bertahan. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menyikapi hal ini dengan membuat platform e-dagang untuk membantu pertumbuhan bisnis para penyewa di pusat perbelanjaannya.

Direktur Pemasaran Trade Mall APLN Ho Mely Surjani menyebut, pihaknya sedang meracik strategi pembentukan platform digital tersebut. Rencananya, Mely akan merealisasikan rencana tersebut dengan menggandeng mitra atau dengan membangun sendiri.

Bila menggandeng mitra bisnis, kemungkinan pihaknya akan menggandeng konsultan TI dan pakar e-dagang Ken Dean Lawadinata yang pernah menjadi CEO Kaskus. Sinergi antara perdagangan daring dengan belanja fisik adalah hal wajib bagi Mely.

Apalagi, budaya konsumen di Indonesia yang masih ingin melihat barang sebelum membeli. Bahkan, raksasa e-dagang asal Tiongkok, Alibaba, juga mendirikan More Mall lima lantai untuk menampilkan barang jualan Alibaba, Taobao dan ritel konvensional lain.

"Sebetulnya, antara daring dan luring (offline) ini kita sedang susun ke depannya. Dengan bisnis utama pusat perbelanjaan fisik, kami ingin daring menjadi fasilitas tambahan penunjang," kata Mely dikutip Bisnis Indonesia.

Di tahap awal, kata Mely, Podomoro Land akan menawarkan konsep ini di tiga mal perdagangan di Jakarta seperti LTC Glodok, Kenari Mas dan Harco Glodok. Berbeda dengan mal biasa, mal perdagangan Agung Podomoro berisi sekumpulan kios usaha kecil menengah (UKM) yang menawarkan berbagai macam kualitas barang.

Demikian, kehadiran e-dagang diharapkan mampu memperluas pangsa pasar UKM dari para penyewa TM Podomoro.

MORE FROM MY SITE