Strategi Agar Anggaran Promosi Tetap Minimal

Pemasaran dengan Biaya Murah
Pemasaran dengan Biaya Murah

Sebelum era digital, anggaran promosi hampir tidak bisa dipisahkan dari bisnis. Tujuannya, agar calon konsumen mengenal produk atau layanan yang kamu berikan. Dus, butuh biaya besar untuk memasang iklan di berbagai media.

Kini, di era internet dan media sosial, banyak hal mengalami perubahan. Kamu bisa menggunakan Faceboook, Twitter dan Instagram untuk membuat konten serupa iklan yang menarik.

Bila kurang puas, kamu bisa memanfaatkan ads di media sosial. Anggarannya pun murah, mulai dari Rp100 ribu per hari. CEO Jelli (startup pemasaran digital) Michael Dougherty menyebut, ada beberapa trik untuk menekan dana dan anggaran promosi di era internet.

Link

Membangun tautan (link building) adalah salah satu metode pemasaran digital yang bisa kamu gunakan. Strategi dasar di konsep Search Engine Optimizer (SEO) ini akan membuat produk yang kamu miliki lebih mudah ditemukan di mesin pencari.

"Kamu bisa memulai strategi ini dengan program-program dasar seperti Google My Business page," kata Dougherty seperti dikutip Inc-Asean.

Sponsor

Bisnis atau komunitas lokal tentu kerap mengadakan acara. Acara ini biasa butuh banyak hal, mulai dari konsumsi, alat, tempat maupun lainnya. Coba jadilah sponsor di acara semacam ini. Ini adalah peluang promosi dengan harga minimal.

Gantinya, kamu bisa meminta panitia memasang logo perusahaan atau menyebut nama perusahaan selama acara. Kamu juga bisa meminta waktu bicara sebentar terkait produk atau jasa selama acara. Jangan lupa, pasang banner atau stand khusus.

Kolaborasi

Promosi tak harus dilakukan sendiri. Bila mungkin, ajak beberapa perusahaan lain untuk mengadakan acara promosi bersama. Untuk biaya penyelenggaraan, kamu bisa patungan. Di era ekonomi berbagi, ini bisa menjadi kesempatan berkembang bersama.

Memasang Billboard Digital

Kini, konsumen lebih senang menonton ketimbang membaca. Karena itu, agar produk menarik, buat program promosi berbasis video. Manfaatkan billboard digital di media sosial atau situs sebagai medianya. Biayanya ini tidak semahal billboard besar di jalan.

Radio

Radio tidak mati. Masyarakat masih mendengarkan radio, baik ketika mereka sedang dalam perjalanan atau ketika bersantai di rumah. Akses radio pun semakin mudah via internet.

"Radio bisa menjadi sarana promosi. Buat jingle iklan yang menarik sehingga calon konsumen tertarik," pungkasnya.