Sukses Rintis Perusahaan dengan Menjual Produk 'Antimainstream'

Sukses Rintis Perusahaan dengan Menjual Produk 'Antimainstream'
Sukses Rintis Perusahaan dengan Menjual Produk 'Antimainstream'

Salah hal yang cukup dalam merintis perusahaan adalah menentukan jenis produk apa yang akan dijual. Apalagi, saat ini hampir tidak ada produk yang tak dijual orang. Karena itu, mengambil pendekatan memilih produk yang sama sekali berbeda (antimainstream), kadang menguntungkan meski punya risiko yang sama besarnya.

Perusahaan rintisan asal Jepang, Axelspace, adalah salah satu contoh perusahaan rintisan yang mengambil pendekatan tersebut. Axelspace bergerak di sektor teknologi luar angkasa dan memproduksi satelit kecil yang mendukung bisnis konsumennya.

Pendiri dan CEO Axelspace Yuya Nakamura menyebutkan, WNISAT-1R adalah satelit pertama yang ia luncurkan pada 2008. Satelit tersebut mampu mengumpulkan data hingga kutub utara.

Kepada Forbes, Nakamura menyebutkan, ide bisnis satelit yang ia geluti saat ini sudah ia pikirkan sejak 2007. Namun, saat itu, Nakamura yang merupakan lulusan teknik kedirgantaraan itu masih belum tahu cara mewujudkannya menjadi sebuah bisnis.

Beruntung, pada 2008, ia bertemu Weathernews yang kala itu sedang mencari alat pemantau es di kutub utara. Weathernews mencari alat itu karena ia menilai es di kutub utara mengganggu rute pengiriman barang internasional.

Akhirnya, Axelspace resmi berdiri pada 2008. Sampai saat ini, perusahaan ini sudah mempekerjakan 34 karyawan. Tiap bulan, Nakamura mengaku selalu menambah 3-4 karyawan dengan kualifikasi sebagai insinyur.

Sampai saat ini, Axelsoace sudah mengorbitkan setidaknya 50 satelit yang punya kemampuan mengirim gambar (vegetasi, pertanian, es di laut, tempat parkir, bangunan, jalan, pipa minyak) dan lainnya.

"Melalui satelit ini, kita bisa memiliki informasi tentang perubahan kondisi geografis dan mulai menganalisis yang terbaik untuk bisnis kita. Inilah infrastruktur yang sesungguhnya di masa depan," sebut Nakamura.

Nakamura melanjutkan, target konsumen bisnisnya adalah negara-negara berkembang khususnya di Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin. Negara-negara tersebut punya ketertarikan pada satelit mini.

Mereka butuh satelit mini untuk beragam kepentingan seperti membuat peta atau sekadar melakukan pengawasan. "Kami bahkan sudah bekerjasama pemerintah dari Indonesia dan beberapa negara ASEAN lain," tambahnya.

Lalu, apa bisnis ini menguntungkan? Nakamura menyebutkan, perusahaanya setidaknya menghasilkan pendapatan US$17 juta. Beberapa investor lain, lanjut Nakamura, sudah memiliki niat berinvestasi di perusahaan rintisan yang ia bangun.

"Namun, uangnya sering kali sedikit. Bila situasinya cenderung lebih baik, saya yakin akan banyak lagi perusahaan rintisan di bidang ini," pungkasnya.