Tips Aman Bertransaksi Bisnis Ke Luar Negeri

Ilustrasi aman transaksi ke luar negeri
Ilustrasi aman transaksi ke luar negeri

Bisnis usaha rintisan atau startup tidak hanya terkait dengan teknologi. Bisnis kamu dapat bergerak di bidang apapun tidak terkecuali yang melibatkan pertukaran barang atau jasa dari luar negeri atau importir.

Apakah kamu adalah seorang importir? Pernah atau sering menerima notifikasi perubahan nomor rekening dari email penjual atau supplier bisnis kamu? Sebelum melakukan transaksi keuangan terkait tagihan tersebut, kamu harus melakukan beberapa langkah berikut.

Head of International Payment Specialist BCA, Venantia Sri Visiani menyebutkan, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memeriksa kembali alamat email resmi pengirim. Apakah alamat email tersebut ada perubahan? Di samping itu, kamu juga harus melakukan konfirmasi kepada penjual atau supplier melalui telepon atau sarana komunikasi lain untuk mengonfirmasi perubahan nomor rekening tersebut.

"Bila kamu seorang eksportir, berarti email-mu telah di-hack (diretas) sehingga pembeli melakukan pembayaran bukan ke rekeningmu. Jika begitu, segera meminta pembeli untuk menghubungi bank pengirim mengenai kesalahan pengiriman tersebut," ungkap Vivi, panggilan akrabnya, dalam acara Seminar Remittance BCA.

BCA juga menyarankan kamu untuk berhati-hati mengantisipasi penolakan transaksi dari bank koresponden di luar negeri. Kamu dan bisnismu sebaiknya menghindari pengiriman uang ke negara Iran, Korea Utara, Kuba, Krimea, Suriah, dan Sudan.

Kamu juga harus memastikan agar tujuan pengirimanmu tidak terkait dengan tindakan pencucian uang maupun tindakan pidana lain menurut hukum Indonesia, seperti perjudian, narkotika, terorisme dan penjualan senjata gelap.

"Bagaimana bila transaksi keuangan itu sudah terjadi? Kamu harus segera melaporkan hal tersebut secara resmi kepada pihak yang berwajib," pungkasnya.