Waspada! Dua Kesalahan Ini Sering Terjadi Saat Inovasi Bisnis

Grab
Grab

Untuk mempertahankan daya saing, sebuah bisnis tentu pada akhirnya harus menempuh jalur inovasi. Terlebih lagi, di era disrupsi ini, banyak pihak berlomba-lomba adu ide untuk inovasi. Namun jangan buru-buru, kamu harus tetap waspada agar tidak membuat kesalahan.

Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan mengungkap, ada dua hal yang salah kaprah mengenai inovasi.

"Pertama, inovasi selalu dihubungkan dengan sesuatu yang seru dan menyenangkan. Kenyataannya tidak selalu. Seringkali, inovasi menjadi sebuah pekerjaan yang susah, berat dan menyita waktu. Meski begitu, inovasi adalah keharusan dan harus tetap dilakukan," kata dia di Indonesia Knowledge Forum 2018.

Karena itu, agar lebih mudah terlaksana, Ongki menyarankan untuk menyelaraskan inovasi dengan visi-misi perusahaan. Lalu, bagaimana pelaksanaannya? Di Grab misalnya, mereka memiliki visi untuk membangun aksesibilitas untuk semua kalangan termasuk wanita.

Di perusahaan asal Malaysia itu, 60% pengemudi Grab di Indonesia adalah wanita. Melihat data ini, Grab pun membuat emergency button. Jadi, bila terjadi sesuatu dengan pengemudi Grab di jalan, mereka bisa menekan satu tombol ini sehingga keluarga dan sistem bisa dengan cepat mengetahui dan memberi bantuan.

"Kedua, seorang pemimpin (leaders) tidak harus seseorang yang luar biasa atau jenius," tambah mantan Direktur Pelaksana Line Indonesia tersebut. Dalam hal inovasi, katanya, seorang pemimpin harus bisa berinovasi dan terus memotivasi seluruh tim kerja untuk terus memberi kontribusi terbaik bagi tim.

"Kolaborasi. Setiap anggota tim harus bisa membagi nilai (values), tujuan bersama, target bersama. Tujuannya apa? Melayani konsumen dengan lebih baik," sarannya. Lebih lanjut, kata Ongki, Grab pun menunjukkan kolaborasi di berbagai langkah.

Baru-baru ini, mereka menjadi satu-satunya perusahaan swasta yang berkolaborasi dengan pemerintah di bidang pariwisata (tourism). Saat ini, turis di Borobudur misalnya bisa memesan Grab. Dalam ajang Asian ParaGames 2018, Grab juga menyediakan ojek khusus penyandang disabilitas ke dan dari Gelora Bung Karno.

Lalu, bagaimana kiat Ongki untuk dapat bertahan di tengah ketatnya kompetisi, khususnya dengan berbagai perusahaan asing?

"Tidak. Kita memiliki keunikan sendiri. Indonesia itu sangat unik dan khas. Ini adalah hal besar yang dapat menjadi modal untuk berkompetisi," tandasnya.