3 Cara Move On dari Jebakan Investasi Bodong

Ilustrasi
Ilustrasi

Meski sudah banyak berita yang menuliskan kabar tentang modus investasi bodong, sayangnya masih juga banyak korban yang kena tipu. Kerugian yang dialami pun tidak main-main. Nominalnya mulai dari jutaan, puluhan juta, bahkan hingga miliaran rupiah.

Ketika anak-anak muda sudah melek keuangan dan sadar akan pentingnya berinvestasi, kesempatan ini justru digunakan oleh sebagian oknum untuk menipu. Dengan iming-iming investasi yang memberikan keuntungan menggiurkan, si oknum menguras dana milik korban yang umumnya mudah tergiur dengan angka fantastis yang ditawarkan.

Buat kamu yang pernah menjadi korban investasi bodong atau mungkin sedang didekati oleh oknum, yuk, ikuti cara move on supaya tidak tersangkut lagi ke jebakan investasi bodong.

Jangan percaya mitos untung cepat tanpa risiko

Biasanya, salah satu jurus iming-iming yang digunakan oknum untuk menjerat korban adalah dengan menawarkan investasi yang bisa memberikan cuan besar yang minim risiko dalam waktu singkat. Perlu kamu ketahui, bahwa dalam berinvestasi berlaku prinsip “high return, high risk” dan tidak ada investasi yang berlaku dalam waktu singkat.

Jadi, ketika ada yang datang kepadamu dengan membawa angin surga akan memberikan keuntungan hingga 30% per bulan, kamu wajib menginterogasi oknum tersebut. Cari tahu cara kerja investasi yang ditawarkan dan apa risiko terburuk yang mungkin terjadi jika kamu menanamkan uangmu di sana. Umumnya mereka datang menawarkan “investasi” dengan skema ponzi yang terbukti sudah banyak menelan korban. Kasus penggelapan yang dilakukan oleh agen perjalanan First Travel salah satu contohnya.

Jadi, tidak ada tuh yang namanya investasi kilat. Jika diumpamakan, mi instan saja perlu waktu untuk direbus supaya bisa kamu nikmati, apalagi investasi. Pastikan juga lembaga yang menawarkanmu investasi berada di bawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jauh-jauh dari metode investasi bermodal bisikan orang

Tak kenal maka tak sayang. Kalau untuk investasi, tak kenal maka tak cuan. Warren Buffet pernah mengatakan, salah satu prinsipnya dalam berinvestasi adalah jangan pernah kamu menanamkan uangmu pada perusahaan yang tidak kamu ketahui jenis usahanya.

Dengan mengendapkan sejumlah dana pada salah satu instrumen investasi artinya kamu harus yakin bahwa instrumen tersebut bisa bertahan dan kamu temui setidaknya 5 tahun yang akan datang. Cari tahu juga kinerjanya dan siapa saja orang-orang yang terlibat di dalamnya yang kamu percayakan untuk mengelolakan danamu.

Jangan pernah berinvestasi bermodalkan bisikan orang dan bermodalkan ‘katanya’ ya.

Follow akun-akun perencana keuangan tepercaya

Supaya kamu tidak terjebak dengan informasi yang salah terus-menerus, ini saatnya kamu mengedukasi diri dengan mengikuti akun-akun perencana keuangan yang memang memiliki reputasi baik, serta perbanyak membaca tulisan tentang ekonomi dan keuangan.

Banyak perencana keuangan yang rutin memberikan edukasi keuangan secara gratis melalui akun media sosial mereka. Tidak jarang mereka juga membuka sesi tanya jawab untuk membahas isu keuangan terkini.

Sudah siap menerapkan tiga cara di atas dalam berinvestasi supaya tidak terjebak (lagi)? Jangan kapok investasi. Yang kamu perlu itu hanya teliti dan rajin update berita keuangan dan ekonomi supaya uang yang kamu tanam bisa berubah cuan.