3 Hal yang Dilihat Saat Pilih Investasi Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana jadi jawaban bagi pemula yang ingin belajar investasi.
Reksa dana jadi jawaban bagi pemula yang ingin belajar investasi.

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah jenis reksa dana yang sangat cocok untuk pemula. Selain tingkat risikonya lebih minim dibanding reksa dana lain, kamu juga tidak perlu repot memantaunya setiap hari.

Dengan memilih berinvestasi di reksa dana pasar uang, dana yang kamu investasikan 100% diolah menjadi instrumen pasar uang, seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau Obligasi dengan masa batas waktu tidak lebih dari satu tahun. Jadi selain enggak ribet, cairnya juga cepet.

Tapi dalam memilih reksa dana pasar uang, kamu juga sebaiknya jangan sembarangan. Paling tidak ada tiga hal yang harus kamu lihat:

1. AUM

Lihatlah berapa total Assets Under Management (AUM) alias dana kelolaan reksa dananya. Semakin besar total AUM, maka bisa disimpulkan tingkat kepercayaan masyarakat dengan produk reksa dana dan Manajer Investasi tersebut makin tinggi.

2. Expense Ratio

Expense ratio menunjukkan perbandingan antara beban operasional pengelolaan dana investasi reksa dana dalam satu tahun dengan rata-rata nilai aset bersih dalam satu tahun. Jadi semakin kecil biaya transaksi, biaya manajemen, dan biaya kustodiannya, maka semakin bagus.

3. Return

Terakhir lihat return-nya, indikasi kinerja historis yang sudah memperhitungkan pengeluaran dari setahun terakhir. Pilih mana yang memberikan return paling besar.

Namun sebelum memutuskan untuk beli, jangan lupa untuk baca Fund Fact Sheet. Di sini kamu bisa tahu di dalam reksa dananya seperti apa dan tahu uang yang kamu investasikan ada di mana.

Seperti kata Peter Lynch, “berinvestasilah di tempat yang kamu pahami”. Jika belum tahu, maka belajar atau cari tahu dahulu, baru berinvestasi.

Yuk, investasi! Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.