3 Kondisi Sebaiknya Kamu Melakukan Wait and See

Wait and see, salah satu strategi umum yang dilakukan investor.
Wait and see, salah satu strategi umum yang dilakukan investor.

Dalam trading, seorang investor sebaiknya jangan hanya melakukan buy (membeli saham) atau sell (menjual saham). Ada kondisi di mana sebaiknya kamu juga melakukan wait and see.

Strategi ini sebenarnya sudah umum di dunia pasar modal. Biasanya investor akan menunggu dan melihat perkembangan pasar keuangan, sambil meriset dengan analisa fundamental dan teknikal perusahaan.

Tujuan utama wait and see adalah agar investor dapat menghindari salah masuk di harga yang tidak wajar. Sebab jika salah menentukan entry point, bisa jadi investor bakal membutuhkan waktu lama untuk profit.

Lalu kapan sih waktu yang tepat untuk melakukan wait and see?

1. Saat Saham-saham Sedang Turun

Ketika IHSG terus bergerak turun, kamu bisa pertimbangkan untuk wait and see dulu. Sebab bila sembarangan beli, bisa jadi saham yang kamu beli harganya akan terus turun lagi.

Sambil menunggu, simpan saja uangmu dulu. Amati market dan seleksi (screening) saham-saham bagus yang harganya sudah murah secara teknikal. Jadi ketika pasar rebound, kamu sudah siap membeli saham tersebut.

2. Saat Belum Yakin

Saat mengamati pergerakan saham, mungkin kamu sering melihat saham-saham yang rebahan (sideway) dalam waktu lama. Nah, biasanya pergerakan saham naik turun 1-2 fraksi.

Saat itu, keyakinanlah yang jadi sangat penting. Jika kamu tidak yakin akan ada perbaikan dengan alasan tertentu, kamu bisa menunggu sampai fluktuatif market mereda.

3. Saat Banyak Sentimen Negatif

Sentimen negatif itu bisa berupa apa saja. Misalnya memanasnya perang dagang global, kenaikan suku bunga di Amerika, turunnya nilai tukar dolar, dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut dapat memicu turunnya harga saham.

Namun, perlu kamu ketahui juga bahwa umumnya sektor saham yang sedang lesu justru memiliki potensi rebound paling cepat. Sebab di pasar saham, jarang ada sektor saham yang terus lesu dan jarang ada sektor saham yang terus naik. Itulah mengapa wait and see itu penting.

Itulah tadi, beberapa kondisi di mana kamu sebaiknya mengambil langkah wait and see saat trading. Bagi sebagian orang, wait and see memang membosankan.

Sebab kamu cuma memantau di saat beberapa investor lainnya ada yang bergerak. Mungkin kamu juga akan kesal ketika beberapa dari mereka yang berani take action ternyata mendapat profit.

Namun perlu kamu sadari kembali, dunia pasar modal memiliki risiko yang tinggi. Teruslah belajar dan menambah pengetahuan mengenai saham agar terbiasa dengan segala fluktuatif yang ada.

Baca: Kamus Gaul dalam Saham

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.