4 Hal Penting Sebelum Diversifikasi Portofolio Investasi

Ilustrasi diversifikasi portofolio investasi
Ilustrasi diversifikasi portofolio investasi

"Don't put all your eggs in one basket!" Kalimat ini begitu populer dalam dunia investasi. Hal ini pula yang mendasari pentingnya diversifikasi portofolio.

Sederhananya, diversifikasi adalah berinvestasi tidak pada satu instrumen. Misalnya selain investasi di pasar modal, kamu juga investasi di reksa dana, obligasi, ataupun lainnya.

Banyak pakar keuangan menganjurkan diversifikasi dalam investasi. Tujuannya ada dua, meminimalisir risiko dan memaksimalkan keuntungan.

Namun dalam melakukan diversifikasi, sebaiknya kita juga jangan sembarangan. Ada beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan agar bisa mencapai dua tujuan tadi. Apa saja?

1. Memahami Profil Risiko

Memahami profil risiko itu memahami batas risiko yang mampu kita terima, baik batas maksimum maupun minimumnya. Jadi ketahui dulu berapa kemampuan investasi kamu, dan seberapa "tahan" keuangan kamu bila investasi-investasi itu gagal.

2. Cocokkan dengan Investasi yang Kamu Inginkan

Setelah tahu profil risiko, barulah kamu cocokkan dengan target investasi. Misalnya ternyata kamu memiliki profil risiko tinggi, maka kamu bisa memilih pasar modal atau saham.

Tapi jika profil risiko kamu rendah, sebaiknya kamu diversifikasi investasi ke yang lebih aman seperti obligasi ritel punya negara (ORI), reksa dana pasar uang, ataupun saham dengan volatilitas rendah.

3. Rebalancing

Dalam memilih diversifikasi, perhatikan keseimbangan. Ambil contoh awalnya kamu berinvestasi di saham dan reksa dana dengan pembagian 50%-50%.

Lalu seiring perkembangan, ada yang menarik di saham sehingga kamu mengubah porsinya jadi 70% saham, 30% reksa dana. Nah, ada baiknya kamu lakukan rebalancing dengan mengurangi porsi saham kembali ke 50%. Misalnya dengan melepas salah satu saham kamu atau lainnya.

4. Fokus Pada Tujuan Investasi

Saat mau melakukan diversifikasi, tentukan juga tujuan investasinya. Misalnya dalam waktu 3 tahun ke depan, kamu butuh biaya pendidikan anak. Maka investasilah di instrumen jangka pendek seperti obligasi.

Namun jika tujuannya memang untuk kebutuhan masa depan seperti dana pensiun, maka pilihlah instrumen jangka panjang.

Itulah tadi hal-hal yang harus kamu perhatikan saat ingin melakukan diversifikasi investasi. Perlu diingat, jangan mengalokasikan investasi di satu jenis instrumen yang sama.

Sebab jika salah satu instrumen tersebut tidak sesuai harapan, kamu tidak merugi sepenuhnya.

Nah, untuk langkah awal, yuk kita coba check keempat hal di atas dulu.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.