5 Cara Memilih Investasi Berdasarkan Strategi Growth Investing

Ilustrasi
Ilustrasi

Ada tiga tipe strategi dalam memilih investasi saham yang paling populer, yakni growth investing, value investing, dan income investing. Nah, di artikel ini, kita akan membahas cara memilih investasi berdasarkan strategi growth investing.

Secara sederhana, strategi growth investing adalah strategi yang menitikberatkan pada potensi perkembangan bisnis. Biasanya investor dengan strategi ini memilih perusahaan-perusahaan baru.

Untuk menerapkan strategi growth investing, ada beberapa pertimbangan yang perlu dilihat. Apa saja?

1. Histori Pertumbuhan

Pertumbuhan atau earning per share (EPS) tiap perusahaan itu berbeda-beda, tergantung pada nilai valuasinya. Perusahaan yang valuasinya kecil, dinilai punya banyak aspek yang bisa ditingkatkan lagi.

2. Proyeksi Pertumbuhan 5 Tahun Mendatang

Pertumbuhan pendapatan yang positif dapat menjadi tolok ukur proyeksi 5 tahun mendatang. Jika pertumbuhannya berada di atas rata-rata sektor industri, biasanya perusahaan tersebut dianggap potensial.

3. Profit Margin

Profitabilitas perusahaan dapat dilihat dari profit marginnya. Seorang investor dengan strategi growth investing akan memilih perusahaan yang mengalami peningkatan terus-menerus.

4. Return on Equity

Return on Equity yang meningkat juga menjadi salah satu indikator perusahaan yang positif. Artinya perusahaan tersebut potensial untuk dipilih.

5. Performa Saham

Perusahaan yang mengalami peningkatan setidaknya 2 kali lipat dalam jangka 5 tahun berarti perusahaan tersebut memiliki performa saham yang bagus.

Itulah tadi 5 hal yang dilihat seorang investor yang menggunakan strategi growth investing. Sekali lagi, investor dengan strategi ini biasanya memang memilih perusahaan-perusahaan baru sebab umumnya perusahaan tersebut masih dapat dikembangkan dan punya potensi meningkat di masa mendatang.

Namun strategi ini tetap memiliki risiko karena perusahaan-perusahaan tersebut sebenarnya belum cukup jam terbang sehingga belum terbukti kuat. Maka dari itu, investor biasanya menggunakan strategi growth investing hanya untuk kebutuhan diversifikasi portofolio investasi mereka.

Sebaliknya, bagi investor baru, strategi ini dapat menjadi salah satu cara untuk belajar investasi. Pasalnya, perusahaan-perusahaan yang sedang growth umumnya masih “murah”.

Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.