5 Ciri-ciri Saham Gorengan Biar Enggak Gigit Jari

Saham gorengan sebenarnya bisa kita ketahui dari ciri-cirinya.
Saham gorengan sebenarnya bisa kita ketahui dari ciri-cirinya.

Dalam investasi pasar modal, ada istilah saham gorengan. Ini adalah saham yang banyak diincar oleh trader, tapi dijauhi investor.

Nah, jika kamu investor, jauhilah saham gorengan agar enggak bikin gigit jari alias menyesal di kemudian hari. Biar lebih paham, kita bahas yuk.

Pengertian Saham Gorengan

Sederhananya, saham gorengan itu saham yang "diatur" sejumlah oknum supaya harganya melambung. Oknum-oknum ini biasanya memang orang-orang kaya yang cuma mencari keuntungan. Jadi mereka sengaja beli saham tertentu dalam jumlah besar, sehingga bisa menarik perhatian banyak orang dan otomatis menaikkan harganya.

Ambil contoh pada 2017 lalu, ada saham gorengan namanya BUMI. Saham ini diborong sama oknum-oknum orang kaya dan harganya berhasil naik hingga Rp500-an per lembar. Lalu setelah banyak investor "ikut-ikutan" beli saham BUMI, para orang kaya ini meninggalkannya. Sekarang, harganya turun drastis di bawah Rp100.

Akhirnya, daripada harganya semakin turun, mau tidak mau banyak yang terpaksa menjualnya dan beralih ke saham lain.

Nah, bagaimana supaya kita enggak tertipu saham gorengan? Ketahui dulu ciri-cirinya.

5 Ciri-ciri Saham Gorengan

1. Harganya Naik Signifikan

Jangan terburu nafsu melihat saham yang harganya naik signifikan. Apalagi kalau saham tersebut tergolong murah, tapi peningkatannya lebih dari 10% per hari. Kalau istilah di kalangan investor: saham ini sedang digoreng oleh bandar.

2. Volume Perdagangan Tidak Wajar

Saat bandar sengaja membeli dalam jumlah besar, lalu harganya naik drastis, biasanya volume perdagangannya ikut naik secara tidak wajar. Malahan ada bandar yang rela melakukan penawaran di atas harga pasar.

3. Antrean Jual Sedikit

Kalau dibandingkan dengan bid atau permintaan, jumlah offer atau penjualan saham gorengan sebenarnya lebih sedikit. Inilah yang membuat harganya naik signifikan tadi. Ya sesuai hukum ekonomi, permintaan tinggi dan penawaran rendah, pasti harga barangnya jadi semakin mahal.

Di sini bandar akan melihat, apakah dengan kenaikan harga yang signifikan, tingkat ketertarikan ritel untuk membeli sahamnya semakin besar.

4. Harga Tinggi, Padahal Perusahaan Rugi

Apabila melihat ada perusahaan merugi tapi harga sahamnya justru naik drastis, curigalah bahwa itu sedang digoreng. Logikanya, investor mana yang mau berinvestasi pada emiten yang kinerjanya kurang baik?

Tapi hal ini sangat mungkin terjadi apabila perusahaan memang disokong oleh modal para bandar yang membuat harga sahamnya selalu meningkat. Di sinilah kamu harus belajar mengamati kondisi keuangan perusahaan seperti besarnya pendapatan kotor, pengeluaran, keuntungan maupun kerugian yang diperoleh dari tahun ke tahun dan lain-lain.

Andalkan laporan keuangan perusahaan di website resminya atau keterbukaan informasi di situs BEI.

5. Dikuasai Emiten Baru

Biasanya emiten baru sering terindikasi saham gorengan karena harganya masih cukup terjangkau. Pasalnya kinerja emitennya belum teruji. Butuh kehati-hatian dalam memilih karena risikonya cukup tinggi dan bisa bikin menyesal juga.

Namun kalaupun ingin coba, tapi takut merusak portofolio, lebih baik investasikan uangmu dalam jumlah sedikit di awal. Setelah beberapa bulan atau tahun kemudian, kamu dapat menyimpulkan apakah emiten tersebut layak atau tidak.

Nah, itu tadi pengertian saham gorengan dan 5 ciri-cirinya. Tambah terus pengetahuanmu tentang investasi di artikel-artikel Smart-Money.co lainnya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.