5 Hal Penting Sebelum Jual ORI di Pasar Sekunder

Ilustrasi
Ilustrasi

Tahukah kamu bahwa Obligasi Negara Ritel (ORI) bisa dijual di Pasar Sekunder? Nah sebelum menjualnya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan.

Misalnya, kamu hanya bisa menjual ORI ketika sudah melewati minimum holding period yang ditetapkan di tiap serinya. Selain itu, harga jual ORI sangat fluktuatif, tergantung kondisi pasar. Terkadang bisa mencapai 105 persen, kadang bisa juga kurang dari 100 persen.

Artinya, agar tetap memberi keuntungan (capital gain), jangan jual ORI di saat pasar sedang turun. Jika tidak yakin, lebih baik tunggu saja sampai tanggal jatuh temponya tiba. Sebab pada saat itu, harga ORI akan kembali ke 100 persen.

Namun jika kamu tetap ingin menjual ORI di Pasar Sekunder, berikut 5 hal penting yang harus kamu perhatikan:

1. Jual di Waktu yang Tepat

Jual ORI saat harga pasar sedang naik. Kamu bisa menanyakan update harga ORI di tempat kamu membelinya. Semakin tinggi permintaan pasar yang ingin membeli ORI, harga jualnya akan lebih baik.

2. Jual di Tempat Kamu Beli

Ketika berniat menjual ORI di Pasar Sekunder, pastikan kamu menjualnya di Mitra Distribusi (Midis) yang sama dengan tempat kamu membelinya. Beberapa midis ada yang sudah memberikan layanan secara online sehingga bisa mempermudah kamu untuk menjualnya.

3. Pantau Harga

Selain permintaan pasar, harga ORI juga bisa dipengaruhi laju inflasi dan suku bunga deposito. Jika keduanya berada di level tertinggi, harga ORI di Pasar Sekunder justru berada di level terendah.

Gambarannya begini. Saat inflasi tinggi, nilai riil uang berkurang dan daya beli masyarakat turun. Normalnya, suku bunga deposito akan naik untuk merangsang masyarakat menyimpan uangnya di perbankan. Jadi harga jualnya ORI pun turun.

4. Jangan Jual Saat Kondisi Mendesak

Saat kondisi finansial kamu mendesak, usahakan jangan menaruh harapan pada penjualan ORI. Sebab seperti disebutkan tadi, harga jual ORI bisa naik, bisa juga turun. Tentu akan merugikan kamu bila menjualnya saat harganya sedang di bawah 100 persen.

Jangan Jual Mendekati Jatuh Tempo

Terakhir, saat mendekati waktu jatuh tempo, permintaan pasar pada umumnya semakin sedikit. Beberapa investor biasanya lebih tertarik menunggu produk SBN berikutnya, yang akan terbit setelah SBN sebelumnya berakhir. Akan lebih bijak jika kamu menunggu jatuh temponya habis saja sehingga harga jualnya akan kembali ke 100 persen.

Itulah tadi 5 hal penting yang harus kamu perhatikan sebelum menjual ORI di Pasar Sekunder. Sekali lagi, bijaklah saat berinvestasi. Jangan pernah menggunakan uang dari anggaran kebutuhan atau bahkan hasil dari berutang untuk investasi. Ingat, ORI adalah salah satu instrumen investasi yang sebenarnya ditujukan untuk perencanaan jangka panjang.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.