5 Hal tentang SBR010, Solusi Buat yang Ragu Investasi Saham dan Reksa Dana

SBR010 jadi solusi saat saham dan reksa dana belum kondusif?
SBR010 jadi solusi saat saham dan reksa dana belum kondusif?

Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yang ketiga tahun ini, Savings Bond Ritel seri SBR010 sudah resmi meluncur Senin (21/6) lalu. Inikah jawaban bagi yang ragu dan menunda investasi saham atau reksa dana?

Para investor saham saat ini terbelah. Beberapa tetap tenang dengan investasinya di pasar modal. Beberapa yang lain mulai deg-degan dan menunggu kondisi yang lebih kondusif. Ketidakstabilan ini pun membuat mereka menunda rencana investasinya.

Lalu hadirlah SBR010 yang disebut-sebut sebagai jawaban dari keraguan orang terhadap kinerja saham dan reksa dana. Kita bedah sebentar yuk.

5 Hal tentang SBR010

1. Untuk Pembangunan Negara

SBR010 adalah satu dari tujuh seri SBN Ritel yang masuk rencana pemerintah tahun ini. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, menyebut seri SBR010 ini untuk memperluas basis investor domestik dan memperdalam pasar keuangan. Tujuan peluncurannya sendiri selain untuk memberi variasi pilihan, juga untuk pembiayaan terhadap ekonomi dan pembangunan negara.

2. Bisa Dibeli Secara Online

Sama seperti seri sebelumnya, investor individu dapat membeli SBR010 secara online selama masa penawaran. Caranya adalah dengan menghubungi 26 Mitra Distribusi (midis) yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik atau layanan online.

Midis terdiri atas 16 bank umum, 4 perusahaan efek, dan 6 perusahaan financial technology (fintech). Beberapa midis sudah memiliki layanan investasi via aplikasi.

3. 4 Tahap Pembelian

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, proses pemesanan secara online dilakukan melalui 4 tahap.

Pertama, registrasi/pendaftaran melalui salah satu dari 26 midis yang ditunjuk yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

Kedua, setelah memiliki akun, masyarakat dapat melakukan pemesanan sesuai nominal yang diinginkan, minimal Rp1 juta atau satu unit, hingga maksimal Rp3 miliar atau 3.000 unit per individu.

Ketiga, pemesan melakukan pembayaran sesuai dengan jumlah pemesanannya.

Keempat, investor individu menunggu setelmen atau fiksasi pembelian. Kemudian nantinya akan mendapat notifikasi dan bukti pemesanan.

4. Tingkat Imbal Hasil

SBR010 menawarkan tingkat imbal hasil atau kupon mengambang (floating with floor) sebesar 5,10 persen untuk periode 3 bulan pertama. Nantinya tingkat kupon akan disesuaikan setiap 3 bulan, namun minimalnya (floor) akan tetap di 5,10 persen.

Jadi singkatnya, jika suku bunga naik, maka besaran kupon akan mengikuti suku bunga baru plus spread. Tapi jika suku bunga turun, maka besaran kupon akan tetap 5,10 persen karena menggunakan sistem floor.

5. Tenor

SBR010 memiliki tenor 2 tahun dengan jatuh tempo 10 Juli 2023. Pembayaran kupon pertama pada 10 September 2021 (long coupon) dan sisanya setiap tanggal 10 setiap bulannya.

Seri ini tanpa warkat dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder (nontradable). Tapi tenang, kamu dapat mengajukan early redemption setahun setelah penerbitan dengan nilai maksimal 50 persen dari setiap transaksi.

Periode pengajuan early redemption dibuka pada 27 Juli 2022 hingga 4 Agustus 2022. Kemudian tanggal setelmen early redemption pada 10 Agustus 2022.

Itu tadi 5 hal soal SBR010 yang bisa kamu jadikan pertimbangan jika ragu dengan saham atau reksa dana. Yuk, jangan berhenti investasi.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.