5 Skill Wajib untuk Jadi Investor Saham

3. Menghitung Harga Wajar

Menilai sebuah saham apakah berharga wajar atau tidak memang agak sedikit rumit. Kamu bisa menggunakan analisa fundamental dengan membandingkan saham satu dengan lainnya di industri atau sektor yang sama.

Pembandingan ini penting karena kita bisa melihat apa yang terjadi pada dua perusahaan saat diterpa badai yang sama. Nantinya kamu tinggal pilih saham perusahaan mana yang paling kuat bertahan.

4. Manajemen Keuangan

Saat pandemi seperti sekarang, hampir semua sektor usaha terkena dampaknya. Akibatnya kinerja saham terpengaruh.

Nah, tidak sedikit investor yang panik dan menarik uangnya dari saham karena khawatir kinerjanya terus memburuk. Ada juga investor yang memang terpaksa menarik uangnya karena kebutuhan mendesak. Padahal, investasi saham bukanlah dana darurat, melainkan investasi jangka panjang.

Sebenarnya, hal ini terjadi karena buruknya manajemen keuangan sang investor. Sebaiknya, saat memutuskan terjun ke pasar modal, kamu harus memiliki dana darurat terlebih dahulu. Dengan memiliki dana darurat, kamu tidak perlu menarik dana investasi yang jelas-jelas ditujukan untuk kebutuhan masa depan.

5. Paham Tren Pasar

Membaca tren pasar berbeda dengan menganalisa teknikal maupun fundamental. Secara garis besar ada tiga arus dalam membaca tren pasar, yakni tren bullish, tren bearish, dan tren sideaway.

Tren bullish itu tren di mana saham mengalami kenaikan harga, tapi bukan setiap hari naik. Sedangkan tren bearish, yaitu tren di mana harga mengalami penurunan dalam jangka waktu tertentu.

Kemudian tren sideway adalah tren yang datar karena dia tidak naik, tidak turun dan terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Itulah tadi 5 skill yang wajib kamu pelajari jika terjun ke dunia pasar modal. Manfaatkan kemudahan belajar investasi dengan mengunjungi website Smart-Money.co. Follow juga akun Instagram @smartmoney_co untuk mendapat update terbaru seputar keuangan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.