Agar Gaul, Anak Muda Perlu Investasi Ini

anak muda berinvestasi
anak muda berinvestasi

Jumlah instrumen investasi memang tidak sedikit. Namun, pemerintah baru saja meresmikan penawaran Surat Berhaga Negara (SBN) terbaru, yakni Saving Bond Ritel (SBR) dengan kode SBR003. Instrumen ini diharapkan dapat menarik anak muda untuk berinvestasi.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah meluncurkan Surat Berharga Negara (SBN) yang bisa kamu beli secara online (e-SBN). SBN berseri SBR003 itu mulai bisa dipesan hari ini, Senin, 14 Mei 2018 hingga 25 Mei 2018.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Luky Alfirman, SBN ini akan dipakai untuk memberikan edukasi bahwa investasi tak sekadar menabung, mayarakat juga perlu tahu dan sadar bahwa investasi itu penting.

“(Kami lakukan) dengan menyediakan instrumen yang mudah diakses. Ini akan menarik generasi milenial (anak muda) yang tidak suka proses yang panjang dan sangat tergantung dengan gadget dan internet. Ini yang coba kita hasilkan," papar Luky di keterangan resminya.

Lebih lanjut, SBN ini juga sangat terjangkau bagi generasi muda karena dapat dimiliki mulai dari Rp1 juta dengan batas maksimal kepemilikan Rp3 miliar dengan yield di atas rata-rata bunga deposito bank BUMN.

"Sejak diterbitkan, kita sudah berjanji bahwa tingkat bunga SBN Ritel itu selalu lebih tinggi dari tingkat bunga rata-rata deposito (bank) BUMN," jelas Direktur Surat Utang Negara (Direktur SUN) Loto Srinaita Ginting.

Untuk Anda yang ingin memesan SBR003, bisa langsung memesan pada Pemerintah melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi (agen penjual) yang direncanakan mulai 14-25 Mei 2018.

Untuk mitra distribusi pilot project salah satunya bisa melalui PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Sistem pemesanan secara daring (online) merupakan inovasi Pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat dalam berinvestasi di SUN Ritel.

Ekonom BCA David Sumual menilai, surat utang yang dijual daring pertama kali ini sekaligus digunakan sebagai perkenalan alternatif investasi pada investor baru yang tertarik belajar investasi melalui instrumen ini.

"Mungkin kupon bisa lebih tinggi sedikit dari deposito atau paling tidak sama sehingga investor tertarik," kata dia seperti dilaporkan Kontan.