Apartemen Sebagai Investasi, Mengapa Tidak?

Ilustrasi
Ilustrasi

Kawasan perkotaan kini semakin macet. Di saat bersamaan, harga properti melambung tinggi. Terutama yang berjenis rumah tapak. Banyak orang, terutama anak muda, yang terpaksa membeli rumah di pinggiran kota, bahkan di kota satelit agar bisa memiliki hunian yang terjangkau.

Untuk mengatasi hal-hal tersebut, apartemen mungkin bisa jadi jawaban yang tepat. Harganya bahkan relatif murah jika apartemen dibeli saat masih proses pembangunan.

Nanti, seandainya tidak ditempati pun, kamu bisa mencari penyewa sehingga beban cicilan apartemen jadi berkurang. Inilah beberapa tips untuk memilih apartemen yang tepat sebagai investasi.

Memilih lokasi yang tepat

Namanya juga properti, lokasi strategis pasti diincar banyak orang sehingga harganya mahal. Kamu harus jeli dalam memilih lokasi. Jika bujet terbatas, tak ada salahnya memilih apartemen di daerah pinggiran.

Perlu dicatat, daerah pinggiran juga sewaktu-waktu bisa jadi daerah yang menarik untuk dijadikan tempat tinggal mengingat pembangunan infrastruktur yang terus berjalan. Tinggal pintar-pintarnya kita saja dalam memilih lokasi yang punya potensi tersebut.

Misalnya, perhatikan daerah sekeliling apartemen. Jika ada kampus yang sedang dibangun, bisa jadi harga jualnya akan melambung tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Jika apartemen dibangun di atas pusat perbelanjaan, ini akan menarik bagi sebagian orang. Apalagi jika lokasinya berada di dekat jalur transportasi massal. Coba teliti apartemen apa yang lokasinya di sekitar stasiun KRL dan MRT, niscaya peminatnya akan lumayan banyak.

Fasilitas dan keamanan

Salah satu keunggulan apartemen dibanding rumah adalah fasilitas yang relatif lebih beragam. Biasanya sebuah apartemen memiliki kolam renang, lapangan olahraga, dan ruangan bersama.

Faktor keamanan juga bisa menjadi pertimbangan. Perhatikan sistem keluar masuk tamu, penghuni serta banyaknya jumlah pengawas keamanan. Dengan memperhatikan kedua hal ini, kamu bisa menemukan apartemen yang cocok untuk investasi.

Perhatikan status lahan

Ini kadang jadi momok menakutkan bagi calon pembeli apartemen. Tak seperti rumah yang setidaknya punya tanah tetap, tanah pada apartemen bisa dibilang “mengambang” karena ada di dalam sebuah gedung.

Pastikan kamu membeli apartemen yang lahannya memang merupakan milik pengembang. Hindari apartemen yang lahannya bertatus BOT; status di mana aset tersebut merupakan milik pemerintah yang dimanfaatkan oleh pihak swasta selama jangka waktu tertentu. Jika waktu perjanjian habis, maka aset akan diserahkan kembali ke pemerintah. Tentu yang begini tak cocok untuk dijadikan investasi.

Perhatikan rekam jejak pengembang lahan

Jangan mudah diiming-imingi harga murah. Sebab, banyak pengembang yang ternyata tak berhasil merampungkan proyeknya. Ada baiknya menggali informasi mengenai rekam jejak si pengembang, apakah mereka pernah terkena skandal. Coba berkunjung langsung ke lokasi proyek selama beberapa kali sampai kamu benar-benar yakin.

Memilih sistem pembayaran yang tepat

Rasanya jarang ada anak muda bisa membeli properti secara tunai. Ada baiknya kamu mencoba memilih program cicilan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) yang disediakan oleh bank.

Salah satunya adalah BCA. Bank swasta terbesar di Indonesia ini hadir mewujudkan impian apartemen dengan Kredit Pemilikan Apartemen BCA (KPA BCA). Ada berbagai macam bentuk suku bunga yang dapat disesuaikan dengan kemampuanmu. Untuk promo terbaru dan informasi lebih lengkapnya kamu bisa lihat di tautan ini.