Baca Ini Dulu Sebelum Investasi Emas

Ilustrasi
Ilustrasi

Instrumen investasi jenis emas masih banyak diminati. Alasannya, risikonya cenderung rendah, nilainya stabil, dan mudah dijual kapan saja.

Milenial pun juga masih meminati investasi logam mulia ini. Dari hasil riset Alvara, 29,6% milenial di kota besar Indonesia lebih memilih membeli emas ketimbang investasi lainnya.

Dari riset yang sama, investasi jenis saham dan reksa dana ternyata masih belum banyak diminati milenial. Hanya 1,5% milenial memilih saham dan 1,3% memilih reksa dana.

Memang, dengan kelebihan-kelebihan tadi, investasi jenis emas lebih punya daya tarik. Namun, tetap saja, butuh perhitungan matang, terutama bagi pemula seperti milenial.

Nah, berikut ini hal-hal yang harus kamu perhatikan sebelum berinvestasi di emas. Penting, biar kamu enggak salah langkah.

Harus Jangka Panjang

Sebelum kamu investasi di emas, kamu pikirkan dulu, kira-kira kamu mau investasi jangka panjang atau jangka pendek. Minimal, kamu harus menyimpan emas dalam waktu lima tahun. Jika kurang dari lima tahun, sebaiknya kamu investasi ke instrumen lainnya, seperti Reksa Dana Pasar Uang yang juga punya risiko rendah.

Sekadar gambaran saja ya. Misalkan kamu beli emas setahun yang lalu atau November 2018 dengan harga Rp650.000 per gram, keuntungan yang kamu dapat bila kamu jual emas itu sekarang cuma 2,08%.

Kok bisa? Biasanya perusahaan penjual logam mulia menerapkan dua harga: harga jual dan harga beli kembali (buyback price). Saat kamu jual kembali, harga yang dipakai adalah buyback price. Saat ini, buyback prices emas Rp663.500 per gram (per 30/11/2019). Untungnya enggak seberapa jadinya.

Jadi, memang kudu bener-bener jangka panjang. Enggak bisa investasi emas buat jangka pendek. Karena itu tadi, buyback price-nya enggak segurih yang kamu bayangkan.

Modal Harus Besar

Selain harus jangka panjang, investasi emas modalnya enggak sedikit. Minimal kamu harus beli emas jenis logam mulia sebesar 5 gram dan harus disimpan lama pula.

Dengan harga sekarang, uang yang harus kamu keluarkan untuk beli 5 gram emas logam mulia sebesar Rp3.735.000. Lumayan besar kan?

Memang sekarang ada fasilitas nabung emas di beberapa platform digital. Namun tetap saja, keuntungan optimal dari investasi emas ini butuh modal besar dan jangka waktu lama.

Kalau modal kamu cekak, mending pilih investasi jenis lain. Kecuali kamu punya lebih uang lumayan dan memang untuk jangka panjang, investasi emas bisa jadi pilihan.

Jangan Investasi Emas Jenis Perhiasan

Pilihan jenis emas yang tepat bagi milenial adalah logam mulia. Kamu bisa membeli di perusahaan-perusahaan yang sudah terpercaya seperti Antam.

Jangan sekali-kali kamu investasi emas jenis perhiasan. Meski kelihatan keren, harga emas jenis perhiasan biasanya suka jatuh kalau mau dijual. Sebab, banyak komponen yang berpengaruh, seperti jumlah karat, model, biaya pembuatan, dan lain-lain.

Harus Punya Tempat Aman buat Menyimpan Emas

Tempat penyimpanan kerap dilupakan para pemula yang ingin berinvestasi di emas. Kadang, menyimpan emas suka sembarangan. Sayangkan, gara-gara ceroboh menyimpan, emas yang dikumpulin jadi lenyap.

Kamu harus memikirkan tempat penyimpanan yang aman bila ingin investasi emas. Kalau enggak mau repot, investasi emas jenis digital saja yang banyak tersedia di platform digital.

Bagaimana? Sudah siap investasi emas? Kalau masih ragu, ada jenis investasi lain yang lebih cocok bagi milenial, yakni reksa dana. Risikonya ada yang rendah, jadi tak perlu takut nilainya turun. Kamu bisa mulai dengan mengunduh aplikasi WELMA BCA di Play Store atau App Store. Klik tautan ini untuk informasi investasi soal reksa dana.