Bagaimana Memulai Investasi untuk Karyawan?

Bisakah karyawan berinvestasi?
Bisakah karyawan berinvestasi?

Bagaimana bisa karyawan punya investasi? Untuk makan saja pas-pasan. Belum lagi kalau sudah punya anak.

Pemikiran seperti ini tentu tidak sepenuhnya benar. Siapapun, mau karyawan atau bukan, selama punya niat untuk menabung, pasti bisa berinvestasi. Termasuk bagi mereka yang gajinya UMR atau bahkan di bawahnya. Contohnya Reksa Dana, kamu bisa kok beli reksa dana Rp10 ribu.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana memulai investasi untuk karyawan? Ada tiga tahap awal yang harus kamu lakukan.

1. Tentukan Tujuan Keuangan

Semua financial planner mengatakan bahwa tujuan investasi adalah hal terpenting untuk dijadikan pertimbangan dalam memilih produk investasi. Jadi jawab dulu, kamu investasi untuk apa? Lalu tentukan, mau yang jangka pendek, menengah, atau panjang?

Untuk jangka pendek, sekarang Reksa Dana Pasar Uang ada kok yang memiliki kurun waktu di bawah satu tahun. Kalau jangka menengah seperti 2 atau 3 tahun, kamu bisa pilih Reksa Dana Obligasi, Obligasi, atau mungkin Deposito.

Sedangkan untuk jangka panjang dalam kurun waktu lebih dari 5 tahun, kamu bisa mempertimbangkan pilihan seperti Saham. Beberapa instrumen klasik seperti emas dan valuta asing juga bisa jadi pilihan.

Yang terpenting, tentukan tujuannya. Misalnya untuk menikah atau DP rumah 3 tahun lagi, untuk biaya pendidikan anak 5 tahun lagi, untuk masa pensiun 30 tahun lagi, atau tujuan lainnya.

2. Sisihkan Bukan Sisakan

Setelah tahu tujuan, jangka waktu, dan instrumen investasi yang cocok, sekarang tinggal pelaksanaannya. Sisihkan gaji sejak awal. Jangan tunggu sisa.

Bagi-bagi sesuai formula yang cocok bagi keuangan kamu. Misalnya 50 persen untuk kebutuhan, 20 persen untuk cicilan, 10 persen untuk hiburan, maka 20 persennya untuk investasi.

3. Terus Belajar

Setelah memulai investasi, lupakan! Biarkan uangmu menjadi passive income. Sambil menunggu, kami bisa terus mempelajari investasi yang lain. Ingat, prinsip investasi, jangan menaruh telur dalam satu kerangjang.

Lakukan diferensiasi dengan membeli intrumen investasi lainnya. Misalnya saat ini kamu sudah punya reksa dana, cobalah pelajari intrumen lainnya seperti obligasi dan saham.

Seperti pernah dikatakan investor hebat macam Warren Buffet atau Lo Kheng Hong, investasi adalah hal yang sangat menarik. Sekali kamu membeli salah satu instrumen, kamu akan merasa “ketagihan” untuk membeli lagi atau bahkan mencoba membeli instrumen investasi lainnya.

Penasaran? Yuk investasi. Sekarang investasi sudah semudah chatting. Semua bisa dilakukan lewat ponsel. Jadi tinggal niatnya saja.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.