Bekal Nongkrong Zaman Now: Kamus Gaul tentang Saham

Anak muda zaman now mulai terbiasa bahas soal saham saat santai
Anak muda zaman now mulai terbiasa bahas soal saham saat santai

Bahas saham di tongkrongan sudah jadi hal biasa. Biar enggak cuma jadi nyamuk karena tahunya cuma cuan, serok bawah, atau gorengan, tambah lagi pengetahuanmu dengan istilah-istilah gaul tentang saham berikut ini.

1. Cuan

Banyak orang sekadar mengartikan cuan adalah untung. Namun makna sebenarnya adalah menjual saham di atas harga beli. Ada juga yang menyebutnya take profit atau profit taking.

2. Boncos

Ini lawannya cuan. Boncos adalah menjual saham di bawah harga beli, sehingga merugi. Ada juga yang menyebutnya cut loss.

3. Blue Chip/Saham Lapis Satu

Saham-saham unggulan yang diterbitkan perusahaan besar dengan pendapatan yang stabil dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Misalnya Bank BCA (BBCA), Unilever Indonesia (UNVR), Bank BRI (BBRI), HM Sampoerna (HMSP), dan beberapa lainnya. Saham blue chip sering disebut sebagai “saham lapis satu“.

4. Saham Lapis Dua

Saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi, tetapi performa dan kapitalisasi pasar mereka tak sebagus blue chip. Kadang-kadang disebut saham mid-cap atau second-liner. Misalnya Pakuwon (PWON), Antam (ANTM), Bumi Serpong Damai (BSDE), dan lain-lain.

5. Saham Lapis Tiga

Saham-saham yang memiliki performa buruk dan tidak likuid. Harganya sangat murah, tetapi jarang sekali ada investor yang berminat untuk membelinya.

6. Saham Gocap

Saham-saham yang harganya telah jatuh sampai batas nilai perdagangan terendah yang ditentukan oleh pasar modal Indonesia, yakni Rp50 per lembar. Sebagian saham lapis tiga merupakan saham gocap, tetapi tidak semua saham lapis tiga adalah saham gocap.

7. Gorengan

Saham-saham yang mengalami kenaikan volume perdagangan harian secara tidak wajar. Harga saham ini biasanya meningkat tanpa basis fundamental perusahaan yang kuat. Disebut gorengan karena harga sahamnya murah dan gurih seperti gorengan, padahal hasil permainan bandar.

8. Bandar

Investor yang memiliki modal besar dan mampu menggerakkan harga saham di bursa. Bandar tidak mengarah pada suatu institusi atau lembaga tertentu, tapi lebih merujuk ke pihak mana pun termasuk perusahaan sekuritas, manajer investasi, emiten, dan lain-lain.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.