Berikut Rekomendasi Jenis Investasi Properti yang Bisa Kamu Pilih

Tips memilih properti untuk investasi
Tips memilih properti untuk investasi

Selain emas, investasi yang sering dianggap paling aman dan mudah adalah investasi di bidang properti. Mengapa aman? Berbeda dengan investasi di sektor keuangan yang kerap kali tidak ada fisiknya, investasi properti seperti tanah, rumah, apartemen, atau ruko jelas dan ada fisiknya.

Apakah kamu salah seorang investor yang percaya bahwa investasi di properti akan menjadikan imbal hasil yang tinggi di kemudian hari?

"Sesuai dengan karakter investasinya, karakter investasi properti adalah di jangka panjang. Investasi properti juga kurang likuid seperti misalnya tabungan dan deposito dan dikenakan PPh bila ingin menjualnya," ungkap perencana keuangan Juwono Sudirgo di BYC.

Karena itu, bila kamu ingin mencoba investasi di bidang properti, Juwono menyarankanmu untuk mempertimbangkan beberapa hal, seperti lokasi dan rencana pembangunan kota ke depan. Kamu juga harus memperhatikan luas lahan pengembangan, lebar jalan di sekitar lokasi properti tersebut serta track record investasi tersebut.

"Investasi untuk jenis apartemen misalnya, saya sarankan untuk lebih memilih unit yang sudah jadi (ready stock). Dengan begitu, biaya sewa yang diterima bisa digunakan untuk menutup biaya Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dari perbankan," tambah dia.

Bagaimana dengan investasi seperti membeli kios atau ruko? Juwono tidak merekomendasikanmu untuk masuk pada investasi properti jenis tersebut. Salah satu alasannya adalah karena melambatnya sektor ritel karena masifnya perkembangan e-commerce. Beberapa pusat pertokoan juga terus melaporkan penurunan pendapatan karena sepinya penyewa.

"Kalaupun ingin tetap masuk ke jenis tersebut, pilih yang benar-benar merupakan bangunan komersial, dengan lalu lintas pengunjung yang padat. Perhatikan juga lahan parkir dan lebar jalannya," sebut dia.

Bagaimana dengan investasi tanah?

Harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan apartemen atau rumah. Namun, kamu juga perlu mempertimbangkan bahwa investasi tanah tidak bisa dibeli melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di perbankan. Investasi tanah juga harus segera dipagar atau lebih aman.

Investasi properti mana yang lebih menarik untukmu?