Bisakah Investasi dengan Mengoleksi Jam Tangan?

jam tangan
jam tangan

Ada banyak jenis jam tangan, baik untuk olahraga, kegiatan luar ruangan, hingga untuk acara-acara resmi. Harga jam tangan pun bervariasi, ada yang murah ada pula yang sangat mahal. Melihat hal ini, bisakah jam tangan difungsikan layaknya instrumen investasi?

Menurut Direktur Utama PT Marga Abhinaya Abadi Tbk Adrian Bramantyo Musyanif, jam tangan bisa dijadikan sebagai investasi. Pria kelahiran 1987 itu mengaku sudah menyukai jam tangan sejak ia masih kecil.

Namun, kala itu, orang tuanyalah yang lebih sering membelikannya jam tangan. Jadi, Adrian tak bisa memilih sendiri model jam tangan yang ia mau. Setelah punya penghasilan sendiri, bos perusahaan hotel dan restoran itu memilih mengoleksi jam tangan jenis tertentu yang dinilai punya nilai investasi.

"Semakin ke sini, saya semakin menghargai watchmaker. Presisi dan ketekunan mereka membuat jam, membuat saya mengerti kenapa harga jam itu mahal," kata Adrian.

Ia menyebut, ada jam merek tertentu yang harganya bisa bertahan ketika dijual kembali. Bahkan ada yang harganya malah naik. "Ada satu jam saya yang sudah saya miliki selama tiga tahun. Harganya sekarang sudah naik 200% dibanding saat pertama saya beli," ujar Adrian.

Adrian juga mengaku tak jarang menjual jam tangan koleksinya. Kadang untung, tetapi untuk merek dan model tertentu memang harus rela merugi. Meski demikian, Adrian mengaku koleksi jam tangannya tidak banyak.

Biasanya, ketika ingin beli jam baru, ia menjual salah satu koleksi. "Kalau tidak seperti itu, dapat uang dari mana?," pungkasnya pada Kontan.

MORE FROM MY SITE