Buat Pemula, Yuk Belajar Investasi Saham dengan Cara Ini

Ilustrasi
Ilustrasi

Salah satu instrumen investasi yang sedang hangat jadi bahan perbincangan adalah saham. Saham dikenal sebagai instrumen investasi yang dapat memberikan imbal hasil tinggi. Tapi, tentu ada catatan lagi ya.

Seperti yang telah kita tahu, dalam hukum investasi berlaku prinsip high risk, high return. Untuk terjun dalam investasi saham kamu harus siap dengan risiko yang sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan investor bisa mengalami kerugian jika salah memilih emiten atau mungkin membeli saham pada momen yang tidak pas. Misalnya saat harga sedang berada pada posisi tertinggi.

Nah, buat kamu yang tertarik mencoba investasi, pahami dulu cara aman buat pemula seperti yang dilansir dari Stocktrader.com, berikut ini.

Cari Mentor atau Teman Untuk Belajar

Supaya investasi saham kamu berjalan lancar, lakukan bersama teman dengan bimbingan dari orang-orang yang mengerti saham secara matang. Bisa dari keluarga, teman, rekan kerja, guru dan dosen, atau individu yang memiliki pemahaman mendasar tentang pasar saham. Semua investor sukses rata-rata punya mentor saat mereka mulai investasi saham lho.

Membaca Buku dan Artikel

Perbanyak informasi dengan tidak malas baca buku seputar perdagangan saham. Kamu juga bisa mencari sumber artikel terpopuler yang mencantumkan informasi seputar investasi saham. Baca saja kisah-kisah sukses dari miliarder yang sukses berkat kecerdikan bermain saham.

Pilih Sekuritas dengan Biaya Transaksi Kecil

Dalam investasi saham, kamu harus membuka rekening efek (rekening dana nasabah) yang difasilitasi oleh perusahaan-perusahaan sekuritas ini. Setelah rekening jadi, kamu harus top-up uang ke rekening efek. Uang di rekening efek itulah yang nantinya berfungsi layaknya uang digital. Dengan uang tersebut, kamu bisa membeli saham-saham yang kamu inginkan secara online.

Pilihlah sekuritas sesuai kemampuan. Misalnya, ada sekuritas yang menerapkan biaya 0,19 persen untuk pembelian dan 0,29 persen untuk penjualan. Ada juga yang 0,15 persen pembelian dan 0,20 penjualan, dan lain sebagainya. Semakin kecil biaya, maka investor juga makin diuntungkan.

Belajar dari Investor Sukses

Investasi saham harus didukung kemauan untuk menjadikan investor sukses sebagai pedoman. Hal tersebut bisa memberikan kamu perspektif, inspirasi, dan apresiasi terhadap apa yang terjadi pada pasar saham. Beberapa orang hebat, seperti Warren Buffett, Jesse Livermore, George Soros, Benjamin Graham, Peter Lynch, John Templeton dan Paul Tudor Jones bisa menjadi pedoman.

Beli Saham Perbankan atau Consumer Goods

Indeks saham di Bursa Efek Indonesia cukup banyak. Biar tidak bingung, pilih saham yang tergabung di indeks LQ45 atau IDX30. Saham-saham di indeks tersebut memiliki likuiditas yang tinggi dan fundamental perusahaannya juga dinilai baik.

Setelah familier dengan saham yang ada di indeks IDX30 atau LQ45, ini saat yang tepat untuk membeli saham perbankan atau consumer goods. Kenapa consumer goods? Secara sederhana kita bisa berasumsi tidak ada orang yang tidak membutuhkan barang-barang consumer goods untuk aktivitas sehari-hari mereka. Jadi, selama produk mereka masih diperlukan, perusahaan itu akan tetap ada.

Sementara, perbankan dinilai menjadi emiten “aman” selanjutnya karena dinilai risiko sektor perbankan juga lebih rendah dibandingkan sektor lain. Bagaimana, sudah siap mental untuk investasi saham?