Emiten Bearish, Apa Itu dan Bagaimana Menyikapinya?

Ilustrasi bearish market.
Ilustrasi bearish market.

Belakangan ini, istilah bearish cukup menyita perhatian investor di pasar modal. Apa itu bearish dan bagaimana menyikapinya? Kita bahas yuk.

Bearish adalah pergerakan indeks atau harga saham yang cenderung turun. Diadaptasi dari cara beruang menyerang lawannya, yang biasanya mengangkat tangannya ke atas kemudian mencakar ke arah bawah.

Ada bearish, maka ada bullish. Kebalikannya, bullish adalah pergerakan indeks atau harga saham yang cenderung naik. Diadaptasi dari cara banteng menyeruduk lawannya, yang biasanya menunduk dahulu kemudian mengangkat tanduknya ke arah atas.

Dua istilah ini sama-sama mirip dengan pola pergerakan pasar saham. Bedanya kondisi bullish atau bullish market sangat didambakan oleh para investor. Sedangkan bearish sangat tidak diinginkan para investor.

Perlu kamu ketahui bahwa ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan saham turun. Mulai dari kondisi stabilitas ekonomi makro dalam negeri, sentimen global yang mempengaruhi pasar saham Indonesia, kinerja perusahaan tercatat, kinerja industri, termasuk stabilitas politik, baik dalam dan luar negeri.

Lalu bagaimana menyikapi kondisi emiten bearish?

1. Tetap Tenang

Kondisi bearish cenderung bikin mood jadi kurang baik. Jika kamu salah satunya, cobalah tetap tenang dengan mengalihkan perhatian ke hal-hal positif. Ciptakan suasana menyenangkan seperti mendengarkan musik, nonton film, atau ngobrol dengan teman tentang hal-hal positif.

Ingat kembali bahwa tujuan investasi adalah untuk perencanaan keuangan jangka panjang. Pertimbangkan tujuan ini sambil mempelajari investasi alternatif untuk diversifikasi portofolio kamu.

2. Jangan Transaksi Saat Bad Mood

Saat bad mood, biasaya seseorang jadi sulit berpikir logis. Ada baiknya hindari transaksi seperti trading terlebih dahulu. Cobalah mengisi waktu dengan mempelajari laporan keuangan emiten. Biasanya kamu juga akan menemukan adanya peluang-peluang yang bisa terjadi di masa mendatang.

3. Diversifikasi Portofolio

Saran ini mungkin terdengar klasik, tapi justru di sinilah pentingnya diversifikasi portofolio. Tujuan dari diversifikasi adalah untuk membagi risiko dari produk investasi yang kita miliki. Artinya, jika salah satu investasi mengalami penurunan, lainnya masih aman. Jadi, danamu tidak hilang.

Taruhlah persentase portofolio kamu ke dalam berbagai instrumen yang sesuai dengan profil risiko, misalnya seperti ke dalam obligasi, reksa dana pasar uang, atau berbagai alternatif untuk menyelamatkan aset kamu.

Untuk mendalami soal diversifikasi portofolio, simak artikel Smart-Money.co di sini.

Itulah tadi makna dari bearish dalam pasar modal serta bagaimana menyikapinya. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.